Perampokan Berdarah di Cirebon, Gaji Guru Satu Kecamatan Amblas

Penjahat Bersafari, Menembak Korban dari Jarak Dekat

Selasa, 04 Mei 2010 – 06:34 WIB
BERDUKA- Putri ketiga Sutikno, Kinanti Ramadini (ketiga dari kiri), terlihat menyeka air matanya sembari memegang foto ayahnya sesaat setelah janazah Sutikno tiba di rumah duka. Foto: Yuda Sanjaya/Radar Cirebon
PERAMPOKAN terjadi di Kota Cirebon kemarin pagiUang Rp 585 juta lebih yang sedianya untuk membayar gaji guru satu kecamatan dibawa kabur perampok

BACA JUGA: The Professor, Band Para Guru Besar Universitas Indonesia

Tragisnya, dua pengambil dan pembawa uang lebih dari setengah miliar rupiah itu tewas setelah ditembak kawanan penjahat tersebut


--------------------------------------------
RADEN DEDI-RONA, Cirebon
--------------------------------------------

Wajah Tuti Sari masih terlihat seperti orang yang begitu takut

BACA JUGA: Jika Rambutnya Dipotong, Dia Kesurupan

Perempuan yang sehari-hari menjadi guru itu adalah salah seorang saksi mata yang menyaksikan perampokan tersebut
Jarak tempat kejadian dengan sekolah tempatnya mengajar sekitar 20 meter. 

"Saat kejadian, saya sedang berada di luar sekolah

BACA JUGA: Purwo Ardoko, Alumnus ITS, Arsitek Penjara Modern di Indonesia

Semula saya kira ada tabrakan," ceritanya dengan suara yang masih bergetarAnggapan itu pun sirna ketika dia menyaksikan adegan seseorang berjaket hitam sedang mempertahankan sebuah kantong yang direbut oleh seseorang berpakaian safari.

Tidak lama berselang, pria yang bersafari itu mengeluarkan pistol, lalu menembakkannya ke arah pria berjaket hitam tersebut"Begitu terdengar suara letusan pistol hingga lebih dari dua kali, saya bergegas masuk ke dalam sekolah karena takutOrang-orang juga terlihat ketakutan dan mulai membubarkan diri," terangnya.

Saksi mata lain, Ismail, menceritakan hal yang samaMahasiswa 21 tahun sebuah perguruan tinggi swasta di Cirebon itu menyaksikan adegan dua orang ditembaki oleh seorang yang dibonceng"Waktu itu saya sedang naik motor, kemudian melihat dua orang sedang dikejar-kejarAwalnya,  saya kira, dua orang yang dikejar itu pelaku jambretNggak tahunya setelah saya mendengar suara tembakan, saya mundurBegitu dua korban sudah jatuh, pelaku terus menembaki korban," ujarnya.

Perampokan yang terjadi sekitar pukul 08.30 itu memang menggemparkan warga Kota CirebonDari informasi yang dihimpun Radar Cirebon (Jawa Pos Group) diketahui  pagi itu Rudiman, 45, dan Sutikno, 45, baru keluar dari Kantor Bank Jabar-Banten di kantor kas RSUD Gunung JatiMereka berboncengan mengendarai motor SupraRudiman yang memegang setir

Rudiman dan Sutikno adalah pegawai di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan Nasional Kecamatan Kesambi, Kota CirebonPagi itu, dia mendapat tugas untuk mengambil uang Rp 585.932.497 di Kantor Bank Jabar-Banten tersebutUang tersebut adalah gaji 377 pegawai (terdiri atas guru, kepala sekolah, dan staf tata usaha) di lingkungan UPTD itu

Rupanya, gerak-gerik Rudiman dan Sutikno diintai oleh perampok yang terdiri atas dua orang berboncengan motorKetika dua pegawai UPTD itu baru keluar dari gerbang RSUD Gunung Jati, penjahat tersebut langsung membuntuti dan mengeluarkan pistolSelanjutnya,  senpi itu dua kali ditembakkan ke udara

Mendengar suara tembakan, Rudiman panikDia kemudian sadar sedang dibuntutiRudiman pun memperkencang laju motornya menuju ke arah barat, ke Jl Pemuda melewati Jl dr SudarsonoDua perampok yang juga berboncengan motor itu terus mengejar, sambil terus menembak beberapa kali ke arah Rudiman dan Sutikno. 

Dor, dor, dor, tiga tembakan akhirnya menembus punggung Rudiman hingga dia tidak mampu lagi mengendalikan motorSaat itu,  Sutikno langsung ganti  mengemudikan motor dari posisinya di belakangPada waktu yang bersamaan, kawanan perampok terus menembak ke arah SutiknoIni membuat dia semakin panik hingga akhirnya motor yang dia kemudikan menabrak motor lain yang belakangan diketahui dikendarai Agus Rochim

Setelah terjatuh, Sutikno bergegas bangkit dan berlariDia berusaha menyelamatkan diri dengan membawa uang di dalam bungkusanSutikno saat itu berlari ke arah SDN Kampung MelatiSaat itu, perampok terus mengejarnya

Ketika hendak masuk ke halaman SDN Kampung Melati, langkah Sutikno tertahanPerampok berhasil mencegat diaSaat itulah Sutikno berusaha melawan dengan mempertahankan bungkusan berisi uangTerjadilah adegan tarik-menarik antara Sutikno yang menurut saksi mata saat itu berjaket hitam dengan perampok yang digambarkan berpakaian safari

Bisa jadi karena kesal, si perampok itu menembak Sutikno tiga kali dari jarak dekatSatu tembakan mengenai jantungnya, satu tembakan menembus  lengan kiri, dan satu tembakan lagi mengenai punggungSutikno pun terkapar bersimbah darahSeketika itu dia mengembuskan napasnya yang terakhir

Uang dalam bungkusan yang semula dipegang erat Sutikno akhirnya berpindah ke tangan penjahatSetelah mendapatkan uang itu, dua penjahat itu kaburTapi, sebelumnya, salah seorang di antara mereka menembaki tubuh Rudiman yang sudah terkapar di aspalTembakannya empat kali

Warga setempat yang mengetahui peristiwa tersebut langsung menolong korban dengan membawa mereka ke RSUD Gunung Jati CirebonPolisi dari Polresta Cirebon tiba di TKP beberapa menit kemudian setelah mendapat laporan dari warga

Di lokasi polisi langsung mensterilkan dan penyisiran TKP untuk mencari proyektil peluru milik perampokDari penyisiran itu, polisi menemukan sembilan selongsong peluru berukuran 9 mm dari jenis senjata FN. 

Selain polisi, petugas dari Detasemen Polisi Militer III/ Siliwangi-Cirebon, Korem 063 Sunan Gunung Jati, Kodim 0614 Kota Cirebon, serta Badan Intelijen Negara (BIN) pun ikut melakukan penyelidikan di TKPBukan hanya itu, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Polda Jabar pun turun tangan untuk memburu para pelaku perampokan.

Kepada wartawan, Kapolwil Cirebon Kombes Pol Drs H Tugas Dwi Apriyanto didampingi Kapolresta Cirebon AKBP Ir Ary Laksmana Wijaya mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan"Jenis selongsong yang kami temukan berukuran 9 mmJelas peluru ini bukan berasal dari jenis pistol revolver, melainkan pistol jenis FNSejauh ini kami masih menyelidiki apakah ada kaitannya dengan peristiwa-peristiwa perampokan yang selama ini terjadi di wilayah III Cirebon," jelasnya.

Di bagian lain, tewasnya Rudiman dan Sutikno menyisakan duka mendalam bagi keluarganya

Rudiman meninggalkan seorang istri dan dua anak perempuan yang masing-masing baru berumur 7 tahun dan 3 tahun

Sehari-hari, Rudiman dikenal sebagai sosok yang sangat sederhanaManshur, salah seorang kerabat Rudiman, menceritakan, hidup saudaranya itu masih memprihatinkan secara ekonomi

"Dia baru empat tahun punya motor," kata Manshur yang ditemui di rumah duka, di Desa Keraton, Kecamatan Suranenggala

Jika Rudiman meninggalkan dua anak, Sutikno tiga anak perempuan yang mulai beranjak dewasaMereka adalah Maulana Ami Prayuti, 22; Retno Sofiana, 13; dan Kinanti Ramadani, 10Ketika jenazah Sutikno tiba di rumah duka di Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi, tadi malam, tiga anak itu berusaha membesarkan hati ibunya, Yuniarti Susana, 42

Hingga jenazah suaminya disalatkan di Masjid Jami Baiturohman, Yuniarti masih tertekan dan belum bisa diwawancaraiDi ruang tamu rumah berlantai dua itu, Yuniarti terus dirubung kerabatnya lantaran perempuan berjilbab tersebut sesekali histeris.

Yang ikut hadir menyalatkan jenazah adalah Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Dedi Windiagiri MPd, dan beberapa anggota DPRD setempat(jpnn/kum)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengakuan Para Pemeran Gigolo di Film Cowboys in Paradise


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler