Perdana Menteri Mundur Gara-gara Panama Papers

Rabu, 06 April 2016 – 09:20 WIB
Perdana Menteri (PM) Sigmundur Gunnlaugsson. Foto: www.rt.com

jpnn.com - ISLANDIA--Tercantumnya nama Perdana Menteri (PM) Sigmundur Gunnlaugsson di Panama Papers membuat publik marah. Sejak Senin (4/4) malam waktu setempat, massa menduduki gedung parlemen di kompleks pemerintahan dan menuntut pemimpin yang mantan jurnalis tersebut mundur.

 Itu terjadi setelah Panama Papers menyebut tokoh 41 tahun tersebut membeli perusahaan offshore di British Virgin Islands (BVI) pada 2007. Desakan itu akhirnya membuahkan hasil. Gunnlaugsson tadi malam menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya.

Jika negara-negara yang tertulis di Panama Papers sibuk melakukan investigasi internal atau mericek dokumen yang kali pertama dibongkar harian Jerman Sueddeutsche Zeitung tersebut, tidak demikian halnya dengan Tiongkok. Kemarin pemerintahan Presiden Xi Jinping justru menertibkan media dalam negeri yang ikut menyebarluaskan berita itu.

Lembaga pemerintah yang mengatur lalu lintas dunia maya pun langsung membatasi akses masyarakat terhadap berita tersebut. Di Tiongkok, kata kunci "panama" hanya akan mengarahkan netizen pada berita-berita di luar skandal tersebut. Atau, jika kebetulan muncul berita tentang Panama Papers, isinya hanya artikel tentang keterlibatan beberapa pemain sepak bola kelas dunia. (dee/wir/bay/dim/owi/gun/ap/hep/c5/c7/c9/kim/flo/jpnn)

BACA JUGA: Gagal Bayar Pinjaman Bangun Rumah, Presiden Diminta Mundur

 

BACA JUGA: Korea Utara Serang Istana Presiden Korsel

BACA JUGA: MNLF Desak Filipina Terima Bantuan Pasukan Elite Indonesia

BACA ARTIKEL LAINNYA... 10 WNI dan 4 Malaysia yang Disandera Senasib di Satu Tempat...


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler