Perhari Tiga Titik Hutan Terbakar

Sabtu, 01 Maret 2014 – 11:43 WIB

jpnn.com - SEKUPANG -- Selama dua bulan awal 2014 ini Penanggulangan Bahaya Kebakaran (BPK) BP Batam mencatat sudah ada sebanyak 133 kali kejadian kebakaran hutan maupun semak belukar hampir tersebar diseluruh wilayah Batam.

Rinciannya sebagai berikut. Pada Januari ada 32 kejadian kebakaran. Sedangkan untuk bulan Februari merupakan jumlah terbanyak kejadian kebakaran yang mencapai 101 kali.

BACA JUGA: Di Yapen, Brimob dan Kelompok Bersenjata Baku tembak

Dari jumlah selama dua bulan ini, sudah memecahkan rekor jumlah kebakaran hutan tahun lalu yang hanya mencapai 132 kali selama setahun. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Ditpam BP Batam, Slamet Sriyono, kepada Batam Pos di Sekupang, Jumat (28/2) sore.

"Cuaca kali ini memang lebih parah dibandingkan tahun lalu. Itu jumlah untuk dua bulan saja. Kami memprediksi pada bulan depan, cuaca Batam masih tetap sama, masih kemarau dan tak akan diguyur hujan. Makanya kami harus tetap siaga dan bekerjasama dengan PBK lainnya yakni Pemko Batam," ujar Slamet, panggilan akrabnya.

BACA JUGA: Depresi, PNS Gantung Diri

Bahkan kalau dirata-ratakan dalam sehari untuk saat ini, ada tiga kejadian kebakaran hutan maupun semak belukar melanda Batam. Jumlah sebanyak 133 kali itu belum termasuk kebakaran rumah atau bangunan.

Lokasi kebakaran terparah masih tetap berada di hutan Matakucing serta Hutan Tanjungpinggir. Untuk mengantisipasi maraknya kebakaran hutan dan semak belukar, Slamet menegaskan 24 jam menyiagakan armadanya sebanyak 13 berupa 9 mobil PBK, 2 mobil tangki, serta 2 mobil tangga.  

BACA JUGA: Beli Tanah, Dosen Ditipu Rp 400 Juta

Dari jumlah seluruh armada yang ada akan diback-up sebanyak 116 personel PBK BP Batam yang tersebar diseluruh pos PBK seperti di Duriangkang, Sekupang, Batuampar, Sagulung, Punggur, Nongsa dan Seipanas.

Slamet menghimbau kepada masyarakat Batam disaat musim panas seperti saat ini untuk menghindarkan membuka lahan dengan cara membakar. Karena ujung-ujungnya pasti api akan merembet, meluas dan membakar seluruh hutan atau lahan bahkan hingga mengenai pemukiman warga.

"Kami juga menyiagakan pompa pemadam khusus. Pompa tersebut sifatnya emergency. Kalau kendaraan PBK tak bisa masuk menjangkau tengah hutan, apabila dalam area tengah hutan itu ada sumber air, maka kami tinggal menggunakan pompa pemadam khusus yang langsung bisa menyedot air ke sumbernya dan disemprotkan ke sumber api," ujar Slamet mengakhiri. (gas)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemilihan Wabup Dijadwalkan Pekan Depan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler