Perlu Gerakan Bersama untuk Rehabilitasi Pengguna Narkoba

Sabtu, 21 April 2018 – 02:15 WIB
Mendagri Tjahjo Kumolo. Foto: Humas Kemendagri

jpnn.com, JAKARTA - Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, pihaknya siap mendukung upaya Badan Narkotika Nasional (BNN) membangun program penanganan narkoba yang terarah dan terukur. Sebab, jika hanya rutinitas belaka, permasalahan narkoba sulit diatasi.

“Ancaman narkoba sudah memprihatinkan dan sangat kompleks permasalahannya,” ujar Tjahjo usai menerima kunjungan Kepala BNN Komjen Heru Winarko di Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (20/4).

BACA JUGA: Cegah Narkoba, BNN Minta Pemda Melaksanakan Program P4GN

Dalam pertemuan itu, Heru berharap Kemendagri dapat menginstruksikan seluruh kepala daerah agar menyediakan kamar di rumah sakit (RS) terkait penanganan rehabilitasi pengguna narkoba. Setidaknya perlu ada sekitar 1-5 kamar khusus.

“Kalau tidak ya repot, padahal sudah lima jutaan orang (pengguna narkoba). Anggaran untuk 100 ribu orang saja itu mencapai Rp 1 triliun. Kalau menunggu sampai selesai ya perlu 50 tahun," ucapnya.

Mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan ini lebih lanjut menilai, rehabilitasi Pengguna narkoba memerlukan gerakan bersama. Untuk penindakan, ditangani jajaran Polri, dibantu bea cukai dan TNI. Wilayah perbatasan dijaga ketat supaya narkoba tidak diselundupkan.

BACA JUGA: Polisi Datang, Lena Sembunyikan Sabu-Sabu di Celana Dalam

“Kalau urusan narkoba sudah ada yang tangani, kepolisian, BNN. Tapi urusan rehabilitasi, belum optimal. Kami akan sortir, minta pemda ada pos-pos anggaran khusus menangani narkoba, melibatkan PKK juga, posyandu juga, melibatkan Kemenkes, sekolah juga. Mari lawan narkoba,” pungkas Tjahjo.(gir/jpnn)

BACA JUGA: Lagi, Tenaga Honorer Kembali Diciduk karena Terlibat Narkoba

BACA ARTIKEL LAINNYA... Melawan, Bandar Kokain Ditembak Mati di Jakarta Utara


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler