Perlu Revolusi Mental Tahap Kedua

Perjalanan Penuh Nikmat tanpa SPPD

Jumat, 20 Mei 2011 – 01:20 WIB

TIDAK terasa "puasa perjalanan dinas sebulan penuh" di PLN sudah berjalan 20 hariSetelah dijalani dengan sungguh-sungguh, ternyata tidak juga terlalu berat

BACA JUGA: Nuklir Tidak Habis Pikir

Seluruh jajaran PLN, tampaknya, akan mampu menjalani "puasa perjalanan dinas" hingga akhir Mei 2011 ini
Toh tinggal sepuluh hari lagi

BACA JUGA: Ke Iran setelah 30 Tahun Diembargo Amerika (3)

Ini berarti pegawai PLN yang melakukan perjalanan dinas yang sebulan mencapai 28.200 orang itu kini tidak ada yang meninggalkan posnya.
 
Apa sajakah pengalaman berat selama dua minggu dilarang melakukan perjalanan dinas? Adakah kejadian mahaberat yang sampai membuat batal puasa" Adakah yang sampai kelaparan yang tidak tertahankan?
 
Ternyata baik-baik saja
Memang ada tanah longsor di Aek Sibuan, nun di luar kota Padang Sidempuan, Sumut, yang membuat delapan tiang listrik roboh sekaligus

BACA JUGA: Ke Iran setelah 30 Tahun Diembargo Amerika (2)

Tetapi, Sudirman, kepala PLN cabang Padang Sidempuan, yang baru sebulan bertugas di sana (pindahan dari Jatim) bisa mengatasi tanpa mengeluarkan SPPD (surat perintah perjalanan dinas)

Pimpinan Wilayah PLN Sumut Krisna Simbaputra juga tetap bisa menegakkan integritas anak buahnya di bulan puasa SPPD iniMinggu kedua Mei 2011, seorang kepala ranting di kawasan yang jauhnya hampir 100 km dari Medan dilaporkan menerima suap dari pelangganMeski nilainya tidak sampai puluhan juta rupiah, yang beginian tidak bisa ditoleransi lagi di PLNTindakan untuk kepala ranting itu tetap bisa dilakukan tanpa terhambat oleh program puasa SPPD

Ujian terberat tentu di LampungPLN Lampung memang sedang mendapat tugas darurat dalam skala besarTiba-tiba saja PLN harus mengambil alih pelayanan listrik untuk lebih dari 70.000 pelanggan koperasi yang mendadak pindah ke PLNIzin kelistrikan koperasi itu dicabut pemerintahPadahal, jaringan maupun meteran milik koperasi yang ada di rumah-rumah pelanggan sebanyak itu sudah dalam keadaan parah yang harus diganti semuaAda syarat lain: tidak boleh ada gejolakPeralihan itu harus berjalan mulus.

Jajaran PLN Lampung, terutama di tiga kabupaten sekitar Metro, bekerja sangat keras di bulan puasa SPPD ini"Tapi, teman-teman PLN Cabang Metro bertekad menyelesaikannya tanpa bantuan dari cabang lain," ujar Pimpinan Wilayah PLN Lampung Agung Suteja

Bagi Kepala PLN Cabang Metro Syarbani Sofyan, inilah kesempatan untuk menorehkan sejarah hidup yang berarti: mampu melaksanakan tugas sangat besar dengan risiko politik yang tinggi tanpa harus bersandar kepada cabang lainnyaPadahal, Syarbani baru sebulan menduduki jabatan itu

Selama dua minggu ini saya sendiri hanya dua kali keluar kotaPertama, ke Bandung untuk berbicara di hadapan rapat kerja jajaran PT Pos dan Giro se-IndonesiaSaya diminta sharing mengenai pengalaman memimpin perubahan besar di PLNPT Pos dan Giro bukan BUMN pertama yang minta sharing seperti ituSudah banyakDi forum seperti itu biasanya saya ceritakan apa saja yang dilakukan teman-teman PLN pada masa perubahan seperti sekarang ini
 
Keluar kota saya yang kedua adalah ke Ambon, Seram, Saparua, dan MakassarSemua itu saya lakukan hanya dengan menginap semalam di Masohi, Pulau SeramTiba di Ambon pukul 15.00, saya langsung ke proyek PLTU WaiSaya tidak menduga bahwa ada persoalan di siniSemula saya ingin menyenangkan diri untuk melihat proyek yang sedang seru-serunya dibangunEh, ternyata sedang ada sengketa harga tiang pancangMau tidak mau harus saya selesaikan.

Dari proyek ini, kami langsung naik speedboat ke Pulau SeramMenjelang magrib barulah kami tibaLangsung melakukan perjalanan darat menyusuri Pulau SeramKarena harus berhenti di setiap kantor subranting PLN, perjalanan ini memakan waktu empat jamMenjelang pukul 24.00 kami baru tiba di MasohiMaka, dialog dengan karyawan PLN Masohi baru bisa dilakukan tengah malam itu di halaman kantor yang diterangi cahaya lampu mercury dan diselingi suara deburan ombak dari pantai Masohi.

Saya melihat betapa banyak PLTD kecil di sepanjang Pulau SeramKondisi mesinnya juga sudah sangat tuaBegitu rumit penyediaan listrik di SeramKarena itu, kami memutuskan segera mengganti diesel-diesel itu dengan membangun pembangkit listrik besar di SeramKami putuskan untuk mendayagunakan sumber air terjun di sana sebagai pembangkit listrik yang baru.

Saya melihat, sepanjang sistem penyediaan listrik masih menggunakan diesel-diesel kecil yang berserakan di berbagai tempat seperti itu, pelayanan listrik kepada masyarakat akan sangat ruwetMisalnya, di salah satu ranting di situ, Ranting Kairatu, yang hanya punya dua penyulang masih megap-megap.

Meski listrik sudah cukup, sebulan terakhir ini jumlah gangguannya masih 63 kaliItu berarti setiap hari satu kali mati lampu di kawasan KairatuSemula saya merasa aneh mengapa kepala ranting PLN Kairatu tidak terlihat gelisahLalu, saya pun mengira-ngira: mungkin di dalam hatinya justru banggaBisa jadi dia punya pikiran bahwa gangguan yang 63 kali itu sudah merupakan prestasiIni terjadi karena dulu-dulunya gangguannya 102 kali sebulan!

Saya merenungkan dalam-dalam situasi seperti ituSaya hampir tidak bisa tidur di sisa malam yang pendek ituSaya memang tidak puas akan sikap mental yang tidak gelisah ketika melihat ada gangguan 63 kali sebulanApalagi, yang demikian itu menjadi gejala yang luas di luar JawaTapi, di lain pihak saya bisa mengerti mengapa harus gelisah kalau jumlah gangguan itu sudah berhasil diturunkan secara drastisDari 102 kali ke 63 kali"

Walhasil PLN memang masih perlu melakukan revolusi mental tahap keduaRevolusi mental tahap pertama sudah berhasil dilakukan tahun lalu: menyadari gangguan ratusan kali sebulan itu tidak boleh terjadiRevolusi mental tahap kedua ini harus menghasilkan kesadaran bahwa mati lampu 63 kali itu pun belum bisa diterima masyarakatJumlah mati lampu sebanyak itu masih jauh daripada target hanya boleh sembilan kali setahunPLN memang bertekad untuk membatasi jumlah mati lampu hanya sembilan kali per pelanggan per tahun untuk bisa disebut berhasil mengalahkan Malaysia.
 
Teman-teman PLN di Jawa/Bali sudah berhasil melakukan revolusi kedua ituTapi, saya melihat teman-teman PLN luar Jawa, baik di Indonesia Barat maupun Indonesia Timur, masih harus berjuang untuk menghadapi dan memenangkan revolusi kedua tersebut tahun iniTermasuk, misalnya, yang terjadi di PalembangBagaimana bisa dan bagaimana masih terjadi di Palembang mati lampu, di satu lokasi, di dalam kota, yang sampai sembilan kali selama sebulan.

Saya hampir bisa tidur, tapi pintu kamar sudah diketok: sudah pukul 05.00Sudah waktunya harus menuju ke dermagaPagi-pagi itu kami dari Masohi ingin ke Pulau SaparuaIni agar tidak telat menghadiri acara pokok di Ambon pukul 10.00Pagi itu, ketika mulai meninggalkan dermaga, cuaca sangat cerahPagi yang indah di Pantai Masohi

Namun, ketika speedboat sudah meraung selama 15 menit, mulailah gelombang datangTeman PLN Maluku masih bisa menenangkan hati saya"Biasa Pak Dis, kalau meninggalkan wilayah teluk mesti bergelombang begini," katanya"Inilah gelombang yang diakibatkan bertemunya arus laut terbuka dengan laut di kawasan teluk," tambahnya.

Ternyata tidak begituKetika speedboat kian ke tengah laut pun, gelombang kian tinggiSpeedboat pun terhentak-hentak kerasSaya sudah mulai melirik di mana pelampung-pelampung diletakkanOh, tidak jauh dari jangkauan tangan sayaKalau?mendadak situasi darurat, saya akan bisa meraih pelampung itu dengan mudahCuaca ternyata benar-benar dengan cepat memburukLangit gelapMendung tebal menggelayutHujan pun bresss, turun di tengah laut.

Pengemudi speedboat tiba-tiba menoleh ke belakangDia mengucapkan kata-kata dengan nada minta keputusan"Kian ke depan gelombang kian tinggiKita tidak bisa meneruskan perjalanan ke SaparuaBaiknya membelok ke arah Pulau Haruku," katanyaYah, apa boleh buatNiat ke Saparua pun batalBahkan, ke Haruku pun tidak mampuSpeedboat membelok langsung ke arah Pulau AmbonBerarti masih akan menempuh perjalanan 1 jam lagiSaya lihat dari delapan jeriken bensin masih tersisa dua jerikenRasanya masih cukup untuk sampai di Ambon.

Jam 9 pagi kami sudah tiba di AmbonAcara kami berikutnya adalah dialog dengan seluruh wali kota di wilayah Indonesia Timur di Swissbel Hotel, AmbonNamun, saya minta disempatkan mampir di Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) TulehuPengeboran di sini sudah dimulai, tetapi mengalami hambatan

Di kedalaman 900 meter mata bornya terjepit batuKini pengeboran dihentikanMinggu depan akan dimulai lagi, mengebor dalam posisi miringMeski ada hambatan, PLTP ini sudah kelihatan memberikan harapanDari kedalaman 900 meter tersebut sudah "tercium" potensi geotermal yang sesungguhnya.

Dalam waktu yang sangat mepet (karena begitu banyak wali kota yang mengajukan pertanyaan) dan dalam keadaan lalu lintas Kota Ambon yang padat, ditambah hujan, kami harus mengejar pesawat Sriwijaya Air yang terbang ke MakassarTeman-teman PLN Makassar sudah menunggu rapat penting untuk konsep ke depan kelistrikan di Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara

Malam itu juga, tanpa SPPD, saya menyelesaikan perjalanan ini dengan penuh nikmat(*)

Dahlan Iskan
  CEO PLN
 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ke Iran setelah 30 Tahun Diembargo Amerika (1)


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler