Permainan Uang Masih Dominan Dalam Seleksi CPNS

Selasa, 26 April 2011 – 18:08 WIB

JAKARTA - Kecurangan proses seleksi CPNS yang terjadi di 47 daerah, ternyata 50 persen lebih karena permainan uangHal itu diungkapkan Deputi SDM bidang Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Ramli Naibaho.

Menurutnya, tim investigasi bentukan Kemenpan&RB yang menelusuri kasus kecurangan dalam seleksi CPNS telah membagi temuan ke dalam tiga kelompok

BACA JUGA: Komnas HAM Nilai Aneh Kasus Perdata ke Interpol

Pertama, daerah yang tidak bermasalah karena CPNS lulus murni melalui proses seleksi


Kedua, daerah yang melakukan kecurangan dengan mengatrol nilai CPNS

BACA JUGA: 2 Calon Hakim Agung Belum Serahkan Makalah

Untuk temuan kedua itu, CPNS yang ketahuan nilainya dikatrol tidak akan diberi Nomor Induk Pegawai (NIP)
"Sedangkan yang lolos, dilanjutkan dengan proses pemberkasan," kata Ramli di Jakarta, Selasa (26/4)

BACA JUGA: Kasus Sisminbakum Harus Dibawa ke Pengadilan



Kelompok ketiga adalah temuan kecurangan yang melibatkan kepala daerah dan adanya permainan uangJika terbukti ada kepala daerah terlibat dan ada permainan uang maka sanksinya adalah tes ulang

"Dari kasus-kasus kecurangan CPNS yang sanksinya tes ulang, 50 persennya karena ada indikasi permainan uangItu sebabnya, Kemenpan&RB mendorong untuk meneruskan masalah tersebut ke polisi," tutur Ramli, Selasa (26/4).

Ditanya daerah mana saja yang terbukti melakukan permainan uang tersebut, eks pejabat BKN ini enggan menyebutkannya"Nanti sajalah, karena prosesnya kan masih berjalan jugaYang jelas sekarang sebagian daerah sudah masuk pemberkasan NIPKecuali yang tes ulang belum ke tahap pemberkasan," kilahnya(Esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ombudsman Minta Dilibatkan dalam Pengawasan Seleksi CPNS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler