Perolehan Suara Dedi Mulyadi Berpotensi Juara Nasional

Kamis, 07 Maret 2024 – 08:22 WIB
Dedi Mulyadi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - PURWAKARTA – Mantan Bupati Purwakarta dua periode Dedi Mulyadi meraih suara tertinggi caleg DPR RI daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat VII.

Pada Pemilu 2024, Dapil Jabar VII meliputi Purwakarta, Karawang, dan Bekasi.

BACA JUGA: Diagram Real Count Perolehan Suara dalam Sirekap Mendadak Hilang, Alamak!

Dedi Mulyadi maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Gerindra.

"Raihan suara kang Dedi terus mengalami kenaikan. Dari data terkini sudah mencapai 355.710 suara," kata Tim Sigidig Dedi Mulyadi, Hasyim Arianto, di Purwakarta, Rabu (6/3).

BACA JUGA: Survei Unggulkan Prabowo-Gibran, Dedi Mulyadi Ingatkan Pendukung Jangan Jemawa

Sesuai dengan hasil rapat pleno rekapitulasi KPU Kabupaten Purwakarta yang tuntas pada Minggu (3/3), kata Hasyim, Dedi Mulyadi meraih total 125.161 suara.

Hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara di KPU Kabupaten Karawang yang tuntas pada Selasa (5/3), jumlah total perolehan suara Dedi Mulyadi mencapai 133.329 suara.

BACA JUGA: Hak Angket Dugaan Kecurangan Pemilu 2024 Diprediksi Layu Sebelum Berkembang

Sedangkan untuk penghitungan suara di KPU Kabupaten Bekasi hingga kini dikabarkan masih berlangsung dan sudah mencapai sekitar 85,4 persen.

Dari hasil sementara rapat pleno rekapitulasi di KPU Kabupaten Bekasi, Dedi Mulyadi berhasil mengantongi 97.220 suara.

"Untuk pleno di KPU Purwakarta dan Karawang sudah selesai, tinggal Bekasi masih berlangsung. Dari KPU Purwakarta, Karawang dan Bekasi total data masuk 90,8 persen dengan raihan 355.710 suara," kata Hasyim.

Hasyim mengatakan, hingga kini perolehan suara Dedi Mulyadi menjadi raihan terbanyak atau tertinggi di Jabar VII.

Bahkan kemungkinan bisa menjadi tertinggi raihan suara untuk calon legislatif DPR RI di seluruh Indonesia.

Pada Pemilu 2024, tim Dedi Mulyadi lebih mengandalkan Sigidig sebagai tolok ukur penghitungan perolehan suara.

Sebab aplikasi Sirekap yang dimiliki KPU seringkali mengalami masalah, sehingga dari segi akurasi dan kecepatan update data masih kurang efektif.

Sigidig merupakan istilah yang diambil dari bahasa Sunda, yakni gidig atau ngagidig. Dalam bahasa Indonesia gidig atau ngagidig berarti berjalan penuh semangat.

Sigidig bisa diartikan sebagai cara jemput bola dalam menghimpun data di lapangan yang telah disepakati oleh semua pihak. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler