Perompak Kapal Asing Ditangkap

Rabu, 28 Oktober 2009 – 07:38 WIB
Para tersangka perompak beserta sejumlah barang bukti. Foto: Wijaya Satria/Batam Pos.
BATAM - Upaya perompakan kapal tugboat TB Faith 8 berbendera Malaysia, berhasil digagalkan oleh Satuan Polisi Perairan (Polair) Poltabes BarelangEmpat perompak yang semuanya warga Tanjungbalai Karimun itu, diamankan sekitar pukul 15.00 WIB, akhir pekan lalu.

Dijelaskan Kapoltabes Barelang, Kombes Pol Leonidas Braksan, Senin (27/10), para tersangka perompak yang berhasil ditangkap masing-masing bernama Adi (28), Sapri (30), Budi (40) dan Hamid (43)

BACA JUGA: Arafah-Mina Masih Tertutup

Mereka ditangkap di Selat Singapura yang berbatasan dengan perairan Batuampar, saat tugboat yang menarik sebuah tongkang berisi ratusan ton pasir melintas.

Aksi para tersangka, saat itu dipergoki oleh kapal patroli Satpolair Poltabes yang berpatroli dekat tempat kejadian
"Mereka (perompak, Red) sudah naik ke atas kapal dan hendak beraksi, namun berhasil digagalkan," ujar Kapoltabes menjelaskan.

Kapoltabes pun mengatakan, bahwa tersangka saat itu hanya menggunakan sebuah pompong berukuran sedang, bersama sejumlah senjata tajam berupa kapak, parang, linggis, gergaji besi, martil, serta tali

BACA JUGA: Mabes Kirim 3 Tim Khusus ke Mimika

Kawanan ini diduga kuat kerap kali merompak di Selat Malaka, karena terkesan telah mahir melakukan pengintaian dan gesit menaiki kapal yang melintas di perairan outer port limited (OPL) tersebut.

"Saat itu kapal dalam posisi berjalan
Mereka naik ke sasaran menggunakan tali yang telah dipersiapkan," ujar mantan Dirintel Polda Kepri tersebut.

Tujuh anak buah kapal (ABK) yang semuanya warga negara Indonesia di kapal itu, tak bisa melakukan perlawanan karena mereka disuruh tidak bergerak di bawah ancaman senjata tajam

BACA JUGA: Sekretariat Bikin DPR Boros

Dikatakan Kapoltabes lagi, nakhoda kapal bernama Torang Tobing hanya bisa terdiam, setelah para tersangka berusaha memeras dan mencuri barang berharga di kapal tersebut.

Untungnya, patroli Polair yang mengetahui aksi itu langsung menyergap mereka, dengan melakukan beberapa kali tembakan peringatan ke udaraMengetahui datangnya polisi, sejumlah barang bukti berupa kapak dan parang pun langsung dibuang tersangka ke dalam laut untuk menghilangkan barang bukti.

Adi, salah satu perompak mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya hanya ingin merampok uang dan barang berharga milik para ABK, untuk memenuhi kebutuhan keluarga merekaPria lajang itu berusaha berkilah, dengan mengatakan bahwa aksi mereka itu baru sekali dilakukan namun gagal.

Sementara, tersangka lain bernama Budi mengatakan, untuk beraksi mereka hanya mengincar kapal-kapal berukuran kecil yang melaju dengan kecepatan sedang, agar mudah diburuSasaran berupa kapal milik Malaysia itu sendiri tidak direncanakan sebelumnya, karena banyak kapal asing yang lalu-lalang di selat terpadat kedua di dunia tersebut.

Lebih jauh, Kapoltabes Barelang mengemukakan bahwasanya selama ini memang kerap kali terjadi kasus perompakan di Selat MalakaSelat yang tiap harinya dilintasi oleh lebih dari 600 buah kapal berbagai ukuran itu, bahkan dalam sepekan terakhir mencatatkan setidaknya dua kali kasus perompakan, yang untungnya berhasil digagalkan pihaknya.

Tertangkapnya para perompak tersebut, kata Kapoltabes pula, merupakan bukti ketidakamanan berlayar di selat dengan panjang alur kurang lebih 900 kilometer tersebutSementara dalam satu kesempatan sebelumnya, Direktur PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Harry Sutanto bahkan pernah mengungkapkan, bahwa ancaman keselamatan di selat tersibuk kedua di dunia itu tak hanya perompakanBerbagai gangguan seperti kecelakaan pelayaran dan pencemaran juga kerap terjadi dan perlu diwaspadai(d)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mafia Berkeley Halangi Kemandirian Ekonomi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler