Persembahkan 8 Medali di ISG, Eko Yuli Cs Diguyur Bonus Setengah Miliar

Sabtu, 27 Mei 2017 – 14:25 WIB
Eko Yuli Irawan. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Atlet angkat besi berhasil mempersembahkan tiga mendali emas dan lima medali perak untuk Indonesia di Islamic Solidarity Games (ISG) Azerbaijan 2017.

Atas keberhasilan tersebut, Eko Yuli Cs pun diganjar bonus.

BACA JUGA: Muddai Madang Pastikan ISG Bukan Sasaran Antara

Pengurus Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) mengapresiasi prestasi mereka dengan memberi bonus total Rp 500 juta.

Pemberian penghargaan diberikan di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, kemarin. Seremoni dihadiri oleh para atlet angkat besi, Ketua Umum PB PABBSI Rosan P Roslani, Manajer Tim Alamsyah Wijaya, Pelatih Dirdja Wihardja, dan Supeni.

BACA JUGA: Edi dan Ketut Ariana Gagal Total di ISG 2017

Rosan mengungkapkan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet yang telah berjuang demi Merah Putih. Kendati dia berharap bonus tak jadi motivasi utama atlet untuk berprestasi.

"Saya tidak pernah menjanjikan di awal karena saya tidak ingin itu menjadi dorongan atlet untuk berprestasi. Saya ingin menanamkan Merah Putih adalah yang utama dan mentalitas juara dan mentalitas untuk berjuang lah yang ingin kita bangun," kata Rosan seperti dilansir Indopos (Jawa Pos Group) hari ini.

BACA JUGA: Siman Sumbang Emas Bagi Indonesia di ISG 2017

"Untuk itu saya tidak ingin berhenti di sini saja. Pembinaan harus terus berjalan dan kami ingin ada Eko dan Sri Wahyuni lainnya," lanjutnya.

Ajang ISG sendiri menjadi salah satu ajang mengukur perfoma atlet usai latihan selama empat bulan. Target selanjutnya adalah SEA Games 2017 Malaysia dan Asian Games 2018 Jakarta Palembang. PABBSI telah menargetkan dua emas, salah satunya di kelas 62 kg.

"Kita ada multievent selanjutnya seperti SEA Games dan Asian Games. Itu yang harus dicanangkan dan harus dicapai," harap Rosan.

Salah satu atlet peraih medali yang diganjar bonus, Eko Yuli Irawan, berterima kasih atas penghargaan PB PABBSI. Hal itu disebutnya memotivasi diri untuk terus berprestasi.

"Sebagai atlet kami tentu ingin menjadi juara tapi untuk menuju ke sana harus didukung penuh. Kami, atlet, tahunya berjuang sementara selebihnya itu menjadi urusan manajer, pengurus, dan pelatih. Makanya kami butuh perhatian dari semua sebab tidak ada ceritanya orang hobi angkat besi," sebut Eko.

Di ISG, angkat besi menyumbang tujuh medali dengan rincian tiga medali emas dan empat medali perak. Tiga medali emas itu dipersembahkan Eko Yuli Irawan (62 kg), Sri Wahyuni (48 kg), dan Surahmat Wijoyo (56kg).

Sedangkan medali perak diraih Dewi Safitri (53kg), Achedeya (58kg), M Furqon (56 kg), dan Nurul Akmal (+90kg).

Kepada atlet peraih medali emas masing-masing diganjar Rp 50 juta, sementara peraih medali perak diberikan Rp 30 juta, kemudian kepada empat pelatih dan satu manajer masing-masing diberikan Rp15 juta. Total bonus yang diberikan sekitar Rp500 juta.(bam)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Atlet Angkat Besi Mati Terbakar, Pelakunya Diduga Sang Istri


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler