Persiapan UN, Ortu Siswa Diminta Rp 295 Ribu

Selasa, 10 Januari 2017 – 00:25 WIB
Siswi SMP. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Pihak SMP Negeri Tolitoli, Sulteng, masih juga membebankan biaya Ujian Nasional (UN) kepada orang tua siswa.

Alasannya, dana BOS tidak cukup untuk membiayai persiapan pelaksanaan UN di sekolah tersebut.

BACA JUGA: Nilai Unas jadi Pertimbangan Masuk PTN atau Tidak?

Melalui komite sekolah, pembiayaan untuk UN dibebankan kepada orang tua siswa untuk mencukupi kekurangan dana yang ada.

"Dana BOS sekolah kita ini, hanya mampu membiayayai persiapan pelaksanaan UN selama satu bulan, sementara, kita butuh empat bulan, makanya untuk memenuhi kebutuhan ini, kita minta keiklasan bapak dan ibu orang tua wali memberikan bantuan," ujar Kepala SMP Negeri 3 Tolitoli, Usman Dengo saat berlangsungnya rapat komite sekolah.

BACA JUGA: Polisi jadi Guru Bocah-bocah Suku Anak Dalam

Dipaparkan Kepala Sekolah, total dana yang dibutuhkan untuk mendanai tambahan jam belajar atau les serta try out dan kelengkapan ijazah sebesar Rp146.485.000, sementara dana BOS yang tersedia sebesar 63.000.000 juta. Olehnya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dari 283 siswa-siswi kelas tiga dibebani sebesar Rp. 295.000.000.

"Taksiran untuk tiap siswa sebesar Rp 259 ribu per orang. Ini hanya tawaran, tergantung nanti bagaimana hasilnya rapat komite ini apakah disetujui atau tidak," kata Usman Dengo.

BACA JUGA: Hamdalah, Bulan Ini Anak Yatim Piatu Mulai Terima KIP

Usman Dengo pada kesempatan itu juga menerangkan, besaran biaya untuk mendanai kegiatan les, try out maupun ijazah tersebut, bertujuan untuk meningkatkan mutu serta prestasi siswa agar hasil ujian yang akan dilaksanakan pada bulan Mei mendatang bisa memuaskan.

"Ini kami lakukan semata-mata untuk meningkatkan kemampuan serta kualitas tingkat kelulusan siswa. Terutama tercapainya kelulusan siswa 100 persen," jelas Usman Dengo.

Selain itu ditambahkan Usman, sebagian dana tersebut juga untuk membiayai pelaksanaan UN yang tahun ini telah berbeda dari tahun sebelumnya, karena pelaksanaannya telah online atau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Meski menetapkan kebutuhan anggaran sebesar Rp. 295.000 per siswa namun seluruh orang tua siswa yang hadir pada kesempatan rapat komite tersebut, menyepakati hanya bersedia membayar sebesar Rp. 200.000.

"Silakan pihak sekolah mengupayakan sendiri, jika dana sebesar dua ratus ribu masih belum cukup," kata Tanto salah seorang wali murid.

Sementara Ketua Komite SMP Negeri 3 Tolitoli, Yamin Tinango, memutuskan, karena kesanggupan keputusan wali murid hanya sebesar Rp. 200.000, maka pihaknya akan melakukan subsidi silang.

"Meski disepakati 200 ribu, namun ada pula orang tua siswa yang mengaku memberikan sumbangan lebih, makanya jika tidak cukup, kita akan lakukan subsidi silang," jelas Yamin. (yus)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengamat Nilai Pengelolaan Pendidikan Ngawur


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler