Pertahankan Kinerja Ekspor, Begini Upaya yang Dilakukan Bea Cukai di 2 Daerah Ini

Rabu, 30 November 2022 – 21:04 WIB
Perwakilan Bea Cukai Juanda saat menghadiri soft launching bertajuk 'Layanan Ekspor Sarang Burung Walet Melalui SSm Ekspor Dalam Rangka Join Proses Bisnis” yang diselenggarakan Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak Kementerian/Lembaga di Aula Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Kamis (24/11). Foto: Dokumentasi Humas Bea Cukai

jpnn.com, YOGYAKARTA - Bea Cukai terus melakukan berbagai upaya demi mempertahankan kinerja ekspor.

Salah satunya seperti yang dilakukan Bea Cukai Yogyakarta dengan mendukung pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk ekspor.

BACA JUGA: Jangan Sampai Tertipu! Ini Modus & Ciri-Ciri Penipuan Mengatasnamakan Bea Cukai

Bea Cukai Yogyakarta menjadi narasumber dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan ekspor komoditas pertanian dan turunannya, pada Sabtu (19/11).

“Kegiatan ini diselenggarakan Tim Pengabdian Masyarakat, Program Studi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Universitas Gadjah Mada dan berlangsung di Desa Triwidadi, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul," kata Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Hatta Wardhana melalui keterangan yang diterima, Rabu (30/11).

BACA JUGA: Tegas, Ini Bukti Keseriusan Bea Cukai Memberantas Penyelundupan Barang Ilegal

Tujuan kegiatan tersebut, lanjut Hatta, untuk meningkatkan kompetensi para pelaku UMKM di wilayah Bantul agar bisa ekspor.

Hatta menyampaikan Bea Cukai sangat terbuka dalam melakukan pendampingan UMKM untuk ekspor.

BACA JUGA: Penyelundupan Ratusan Karung Tokek Kering Digagalkan, Bravo, Bea Cukai & TNI-Polri!

Pelaku UMKM dapat menghubungi kantor Bea Cukai yang mengawasi dan melayani di daerahnya untuk melakukan asistensi sehingga dapat terjadi peningkatan kinerja ekspor untuk menunjang perekonomian daerah.

Di Sidoarjo, Bea Cukai Juanda menghadiri soft launching bertajuk 'Layanan Ekspor Sarang Burung Walet Melalui SSm Ekspor Dalam Rangka Join Proses Bisnis” yang diselenggarakan Direktorat Penerimaan Negara Bukan Pajak Kementerian/Lembaga di Aula Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Kamis (24/11).

Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan dari Karantina Pertanian, Lembaga National Single Window (LNSW), dan Direktorat Jenderal Anggaran, yang diselenggarakan secara hybrid atau gabungan luring dan daring.

Single Submission (SSm) Ekspor merupakan sistem penyampaian data dan informasi pengajuan dokumen ekspor secara tunggal melalui superset data.

Tujuan dibangunnya sistem tersebut adalah untuk mempercepat waktu layanan yang sebelumnya diajukan terpisah, memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk mendapatkan layanan dari kementerian atau lembaga berwenang, meminimalisasi duplikasi dalam proses pengajuan dokumen ekspor, serta sinkronisasi dan integrasi data karantina dengan dokumen ekspor.

Hatta berharap melalui soft launching kerja sama proses bisnis dapat membuka langkah awal untuk memudahkan pengguna jasa dalam proses kekarantinaan, khususnya para eksportir sarang burung walet.

Kerja sama proses bisnis ini sekaligus memastikan kebenaran data yang diajukan oleh pengguna jasa.

“Semoga kehadiran Bea Cukai dapat memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha, khususnya di bidang ekspor, demi meningkatkan daya saing produk lokal di kancah global sehingga dapat meningkatkan perekonomian negara,” harap Hatta Wardhana. (mrk/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler