Pertamina Kaji Ulang Kontrak 30 Blok Migas

Jumat, 30 September 2016 – 07:18 WIB
Pertamina. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA – PT Pertamina (persero) sudah mencanangkan berbagai strategi untuk mewujudkan target produksi migas hingga 1,914 juta barel setara minyak per hari (boepd) pada 2025.

VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, perseroan semakin serius menggarap sektor hulu.

BACA JUGA: Ini Perbedaan Hasil Tax Amnesty Indonesia, Chili dan India

Sebab, upstream menjadi kunci untuk bisa menghasilkan minyak sesuai dengan target.

Apalagi, kalau sektor tersebut bisa digarap dengan baik, Indonesia bisa tidak perlu lagi impor minyak.

BACA JUGA: Jokowi Terima Global Islamic Finance Leadership Award

’’Pertamina serius untuk mapping, bisa dari mana saja untuk mendapatkan 1,914 juta boepd,’’ terangnya di Jakarta kemarin.

Dari ladang migas yang dimiliki Pertamina saat ini, baru bisa diproduksi 624 ribu boepd. Itu berarti perseroan membutuhkan tambahan 1,2 juta boepd.

BACA JUGA: Inilah 2 Jagoan Mercedes yang Paling Diminati

Beberapa cara untuk memenuhi target sudah dirancang Pertamina. Misalnya, pemeliharaan blok migas yang akan habis masa kontraknya pada 2025.

Dia menyatakan, ada 30 blok yang sedang dikaji ulang perusahaan. ’’Ada target sampai 481 ribu boepd (dari blok terminasi),’’ urainya.

Selain me-review kontrak ladang migas yang akan habis, Pertamina memelihara sumur tua.

Beberapa opsi teknologi, misalnya EOR (enhanced oil recovery), akan dilakukan supaya jumlah produksi terbantu. Jika berhasil, Pertamina bakal mendapat tambahan hingga 246 ribu boepd.

Selain menggarap potensi migas dalam negeri, Pertamina melirik blok di luar negeri.

Pintu masuknya adalah akuisisi terhadap perusahaan Prancis, Maurel et Prom. Saat ini asetnya berada di sembilan negara. Yaitu, Kanada, Prancis, Italia, Nigeria, Myanmar, Kolombia, Gabon, Namibia, dan Tanzania.

Pertamina, lanjut Wianda, percaya diri untuk melakukan akuisisi. Sebab, tiga blok existing mampu beroperasi dengan baik.

Produksi dari tiga ladang migas di luar negeri, Malaysia, Iraq, dan Aljazair, disebutnya cukup tinggi. ’’Targetnya nanti bisa mencapai 473 boepd,’’ urainya.

Saat ini aset dari Maurel et Prom sudah ada yang berproduksi, yakni di Gabon dan Tanzania, dengan total 269 boepd.

Sedangkan dari tiga blok milik Pertamina, saat ini produksinya mencapai 120,6 boepd. ’’Itu membuat kami semakin percaya diri untuk akuisisi di overseas,’’ kata Wianda.

Selain itu, perseroan memanfaatkan pengembangan geotermal atau panas bumi untuk menyumbang energi.

Dari potensi yang dimiliki saat ini, hingga 2025 sebelas proyek geotermal akan digenjot untuk menghasilkan uap maupun listrik cukup besar. Targetnya, 90 ribu boepd. (dim/c4/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cermati Harga Emas Jelang Pilpres AS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler