Pertamina Pangkas Impor BBM 1 Juta Barel

Kamis, 01 September 2016 – 10:28 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA – PT Pertamina terus berusaha mengurangi impor bahan bakar minyak. Salah satu caranya ialah mengolah minyak mentah di kilang milik Shell di Singapura.

Minyak mentah yang diolah berasal dari lapangan West Qurna 1 di Iraq yang dikelola Pertamina bersama ExxonMobil.

BACA JUGA: Ini Ide Baru Pembelian Rumah Bersubsidi untuk Pekerja Informal

Dirut Pertamina Dwi Soetjipto menyatakan, Basrah Crude memiliki kandungan belerang yang tinggi sehingga belum bisa diolah di kilang Pertamina di dalam negeri.

Saat ini Pertamina menggarap empat proyek refinery development master plan (RDMP) dan dua proyek grass root refinery (GRR). Setelah up-grading selesai, dua kilang Pertamina akan mampu mengolah Basrah Crude.

BACA JUGA: Wow, Wonderful Indonesia Mejeng di Digital Board La Liga

Sembari menunggu penyelesaian up-grading kilang, Pertamina melakukan pengolahan di Singapura.

Dengan demikian, harga BBM yang dibeli Pertamina lebih murah 15 persen. ’’Hal itu lebih efisien dan lebih baik daripada mengimpor BBM jadi secara langsung,” terangnya.

BACA JUGA: Pembangunan Pabrik Semen Seharusnya Tidak di Jawa

Saat ini perseroan mengimpor premium RON 88 7 juta barel per bulan. Setelah crude processing deal dengan Shell, impor premium turun satu juta barel per bulan. Pada Juli dan Agustus, penurunan impor premium direalisasikan perusahaan pelat merah tersebut.

SVP Integrated Supply Chain Pertamina Daniel Purba menambahkan, perseroan tidak hanya mengolah Basrah Crude menjadi premium, melainkan juga menjadi avtur dan pertamax.

Pertamax ikut diproduksi di Singapura. Sebab, sejak Juni lalu, permintaannya meroket dari 8 ribu kiloliter per hari menjadi 15 ribu kiloliter per hari. ”Impor pertamax yang dulu 1,5 juta barel per bulan meningkat menjadi 3 juta barel per bulan,” jelasnya.

Selain penurunan impor, harga premium yang ditawarkan kepada Pertamina di pasar spot Singapura lebih rendah. Sebab, jumlah pembelian berkurang. Selain crude dari Iraq, Pertamina tak tertutup kemungkinan mengolah minyak mentah dari Aljazair dan Malaysia. (dim/c5/noe/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wonderful Indonesia Boyong Dua Penghargaan di Xian


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler