Perusahaan Harus Punya Brigade Kendalikan Karhutla di Areanya

Kamis, 19 September 2019 – 23:09 WIB
Karhutla yang terjadi di Gunung Sunda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Foto: Aditya Rohman/Antara

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendesak lebih dari 500 perusahaan pemegang izin konsesi di areal hutan untuk menyiapkan brigade pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Brigdalkarhutla).

Ini untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan yang merugikan masyarakat.

BACA JUGA: Karhutla Semakin Meluas, KLHK Segel 48 Perusahaan

"Semuanya, pemerintah pusat, daerah stakeholders. Stakeholder-stakeholder ini kita panggil supaya lebih perkuat lagi upaya pencegahannya. Supaya mereka lebih serius," kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Raffles Brotestes Panjaitan usai mengisi Sosialisasi Pengendalian Kebakaran Hutam dan Lahan di KLHK Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan pemegang perusahaan pemegang izin konsesi wajib memiliki SDM Brigdalkarhutla yang terlatih dan bersertifikat. Perusahaan juga wajib melakukan patroli rutin di area usaha mereka.

BACA JUGA: Karhutla Sebabkan Orang Utan Kena ISPA, Begini Strategi KLHK

Kemudian, mereka juga perlu menggunakan dana CSR untuk membentuk masyarakat peduli api (MPA).

Perusahaan juga wajib memiliki sarana prasarana dalkarhutla, termasuk peralatan deteksi dini yang real time.

BACA JUGA: Polda Sumsel Tetapkan Direktur Perusahaan jadi Tersangka Kasus Karhutla

Lebih lanjut, Raffles juga mewajibkan perusahaan untuk memiliki CCTV thermal sehingga bisa mendeteksi kemungkinan adanya titik api.

Perusahaan juga perlu melakukan pencegahan, pemadaman dan penanganan pascakebakaran jika terjadi kebakaran.

Selain itu, mereka juga perlu melakukan pemantauan hotspot dan juga melakukan pemadaman awal, mengoordinasikan dan memobilisasi upaya pemadaman, serta melakukan pemadaman lanjutan hingga api benar-benar dapat dipadamkan.

"Pokoknya kita perlu terus melakukan upaya-upaya pencegahan maupun pemadaman," katanya. (katriana/ant/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler