Pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman kepada TNI

Rabu, 05 Oktober 2016 – 21:03 WIB
Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta. FOTO: Dok.DPR RI

jpnn.com - JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  tidak hanya berlatih dan bertempur, tapi juga menjaga kedaulatan pada delapan aspek kehidupan (asta grata). Diantaranya aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan.

"Sebagai contoh, TNI juga terjun membantu para petani dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan membantu rakyat menanggulangi bencana alam. TNI manunggal bersama rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat," kata Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Rabu (5/10).

BACA JUGA: Siapa Ketua DPD Pengganti Irman?

Sukamta mengutip pernyataan Panglima Besar Jenderal Soedirman tentang posisi tentara (TNI, red). "Tentara bukan merupakan suatu golongan di luar masyarakat, bukan suatu kasta yang berdiri di atas masyarakat. Tentara tidak lain dan tidak lebih dari salah satu bagian masyarakat yang mempunyai kewajiban tertentu," kata Sukamta, mengutip pernyataan Soedirman.

Kewajiban tertentu TNI itu, menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, adalah menjaga pertahanan dan kedaulatan di bidang militer.

BACA JUGA: Siap-siap, 24 Tahun Lagi Indonesia Masuk Krisis Energi

"Harus diingat, tugas utama TNI jangan sampai terbengkalai, yaitu menjaga pertahanan dan kedaulatan di bidang militer. Dengan usia TNI 71 tahun ini, sejumlah pekerjaan rumah menunggu untuk segera diselesaikan,” tegasnya.

Meskipun TNI tidak boleh berpolitik lagi, kata dia, TNI dapat berpartisipasi dalam kehidupan sipil yang dalam UU Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI disebut sebagai Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang berjumlah 14 bidang.

BACA JUGA: Teng Teng Teng, Irman Vs KPK Dimulai 18 Oktober di PN Jaksel

Hal ini harus merupakan kebijakan dan keputusan politik negara, bukan keinginan dari TNI sendiri. OMSP ini diperlukan mengingat ancaman perang sekarang tidak hanya dalam pengertian militer konvensional, tetapi juga bisa terjadi secara asimetris (asymetric war) yaitu perang ekonomi, budaya, pemikiran, mata uang, dan agrikultur.(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... KPK Perpanjang Penahanan Pasutri Penyuap Irman Gusman


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler