Pesan Pentolan Hanura ke Anies, Jangan Buat Gaduh dan Genit!

Kamis, 16 Agustus 2018 – 13:26 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta. Foto: Fathan Sinaga/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura DKI Mohamad Ongen Sangaji meminta Partai Gerindra, PKS, dan Gubernur Anies Baswedan tidak genit perihal kekosongan posisi wakil gubernur ibu kota.

“Jangan buat gaduh. Jangan bikin bingung warga Jakarta dan anggota DPRD DKI,’’ kata Ongen, Kamis (16/8).

BACA JUGA: Anies Baswedan: Saya Bisa dengan Siapa Saja

Menurut Ongen, polemik kekosongan posisi wagub DKI sangat menguras energi dan membuat persiapan Asian Games 2018 terganggu.

Karena itu, dia menyarankan partai pengusung Anies-Sandiaga pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017 mengkuti undang-undang.

BACA JUGA: Anies Persilakan Masyarakat Gugat Aturan Ganjil Genap

Ongen menilai Gerindra, PKS, dan Anies terlalu genit membicarakan kursi wagub.

Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI itu menganggap Anies tidak patuh dengan partai pengusung saat Pilgub 2017.

BACA JUGA: Anies Baswedan Sebut Wagub untuk PKS, Mardani atau Syaikhu?

Sebab, yang berhak mengajukan pengganti Sandi adalah partai pengusung.

’’Jadi, Anies hanya menerima yang diberikan partai pengusung. Setelah itu, berikan ke DPRD DKI untuk dipilih melalui sidang paripurna. Anies tak bisa atur-atur itu. Sudahlah, Anies jangan genit,’’ ucap Ongen.

Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI itu menuturkan, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 memberikan kewenangan DPRD mengangkat dan menghentikan kepala daerah.

Artinya, penentuan kursi wagub DKI pengganti Sandi tidak hanya ada pada Gerindra dan PKS.

’’Kalau tidak kuorum dalam paripurna apakah jadi? Tidak. Nah, Anies lebih baik kerja saja. Jangan, kegenitan ikut campur internal partai,’’ kata Ongen. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Saatnya Jakarta Jadi yang Terdepan Melindungi Kaum Difabel


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler