Peserta IOX 2023 PALA Cooling Down di Baturaja Sebelum Lanjut ke Puslatpur

Selasa, 16 Mei 2023 – 12:36 WIB
Peserta Indonesia Offroad Expedition (IOX) 2023 PALA telah menjajal medan offroad di OKU Sumsel dan sukses mencapai Base Camp (BC) 9 di Baturaja. Foto: Dok IOX 2023

jpnn.com, BATURAJA - Peserta Indonesia Offroad Expedition (IOX) 2023 PALA telah menjajal medan offroad di OKU Sumsel dan sukses mencapai Base Camp (BC) 9 di Baturaja.

Mereka akan melanjutkan ekspedisi hari ini, Selasa (16/5/2023), setelah sebelumnya re-grouping dan beristirahat sejenak.

BACA JUGA: Peserta IOX 2023 PALA Siap Jelajahi Gunung Dempo hingga Lampung

Menurut Track Master IOX 2023 PALA Yudi Suganda ada sekitar 28 dari 52 kendaraan peserta yang berhasil tepat waktu memasuki BC4 Daduhuk.

Esok harinya, Kamis (11/5), peserta melanjutkan perjalanan untuk mencapai BC 5 Mendingin yang sudah masuk Kabupaten OKU.

BACA JUGA: Finis di Bukittinggi, IOX 2019 Andalas Istimewa

BC4 Daduhuk – BC5 Mendingin : Medan lumpur

Seharian peserta IOX 2023 PALA dipaksa melalui trek lumpur yang tiada putusnya. Tanpa ada hujan saja, trek ini penuh lumpur, apa lagi di saat hujan seperti yang dialami peserta pada hari itu yang malamnya diguyur hujan deras.

Namun, beratnya medan lumpur bukannya membuat peserta kecewa, malah membuat semangat peserta meningkat. Apalagi sudah dua hari sebelumnya peserta cooling down tanpa aktivitas offroad yang berat.

BACA JUGA: Trek Superekstrem Siksa Peserta IOX Andalas 2019

Akibatnya, sebagian peserta terlalu bersemangat dan mengakibatkan sebagian kendaraan mengalami masalah dan harus menjalani perbaikan. Umumnya masalah overheating akibat radiator terselubung lumpur yang mengering, yang tidak sulit dibersihkan.

Tercatat 48 dari 52 peserta IOX 2023 PALA berhasil memasuki BC 5 Mendingin dan beristirahat di sisi sungai di desa Mendingin yang indah dan asri. Cuaca masih dingin namun tidak sedingin di Pagar Alam.

Peserta menikmati sekali keberadaan sungai unik di Mendingin ini, di mana ada dua sungai yang bertemu, yang satu panas karena ada unsur panas bumi dan satu lagi sungai yang dingin. Sebuah keunikan alam yang tidak dimiliki oleh tempat lain.

Keramaian sempat terjadi di tengah malam, saat tinggi permukaan air sungai naik akibat hujan di sore harinya. Akibatnya, sebagian peserta yang membuka tenda velbetnya disisi sungai, memindahkan tenda ke tempat yang lebih tinggi.

Bagusnya, saat hujan sore, peserta sudah diperingatkan hati-hati bila hujan deras kemungkinan banjir bandang dari hulu. Sempat juga peserta dikagetkan oleh melintasnya seekor ular beling (hitam-putih) kecil di antara tenda velbet peserta, tetapi tidak mengganggu.

BC5 Mendingin – BC6 Talang Durian : Terjepit di antara Pohon

Setelah puas dengan sajian lumpur di hari sebelumnya, untuk trek dari BC5 menuju BC6 berjarak 25 Km, peserta disajikan dengan trek jepitan pohon yang tiada habisnya, saat peserta memasuki trek hutan kayu yang sangat rapat.

Beberapa peralatan kendaraan yang menonjol seperti spion kanan kiri, lampu belakang terlepas karena tersangkut batang dan ranting kayu yang sangat rapat. Tercatat 41 dari total 52 kendaraan sukses masuk ke BC 5.

BC6 Talang Durian – BC7 Talang Sebaris :
Di trek BC6 ke BC7, peserta menempuh jarak 8 Km, melalui beberapa sungai kecil berbentuk cerukan atau V, yang mengharuskan Sebagian besar peserta melakukan winch. Tantangan terbesar di trek ini adalah melalui sungai-sungai kecil tersebut. Untuk trek ini tercatat hanya 31 dari 52 total peserta menembus BC 7.

BC7 Talang Sebaris – BC8 Negeri Sindang :
Hari ini peserta menempuh jarak 35 Km dari BC7 ke BC8. Perjalanan masih melalui jalan gravel sesekali lumpur dan hutan semak. Peserta di trek ini berkesempatan bertemu Servicar di WP 256, menyeberangi jalan beton dekat lokasi PLTU. Re-loading logistic, untuk re-loading logistic yang sudah mulai menipis seperti BBM, air minum, dan makanan.

Setelah re-loading, peserta menyeberang jalan beton menuju BC8 Negeri Sindang, melalui kampung transmigrasi dari Bali yang sangat luas. Di sepanjang jalan yang dilalui, terasa seperti di daerah Bali karena disana sini terlihat pura dan tempat berdoa para pemukim di situ.

Desa Sindang merupakan desa kecil di Kabupaten Oku, Sumsel. Praktis tidak ada signal di base camp peserta. Titik signal terkuat hanya ada di satu titik yaitu di halaman Taman Kanak-Kanak, tempat semua orang yang membutuhkan signal berkumpul. Tercatat 39 dari 52 kendaraan peserta memasuki BC 8.

BC8 Negeri Sindang – BC9 Baturaja : Istirahat & Re-grouping
Start rolling peserta dimajukan karena ada pesta pernikahan di jalan desa yang sempit dan akan ditutup untuk pesta. Mengingat panjangnya barisan kendaraan peserta sampai ke depan lokasi pernikahan yang dapat menggangu acara, satu satunya cara mengurangi antrian panjang hanya dengan cara menyeberangkan peserta terdepan yang sudah siap disisi sungai.

Sekitar jam 7 pagi, zero car start rolling menyeberangi sungai yang cukup lebar namun dangkal. Walau arus agak deras, kendaraan aman karena saat start, kendaraan sudah terikat dengan sling winch yang sudah terikat kuat di sisi seberang sungai. Setelah sampai di seberang sungai, kendaraan peserta masih harus memindahkan winching point karena masih harus winch lagi menaiki satu tebing lagi. Satu demi satu kendaraan menyeberangi sungai dengan lancar dan aman.

Mengingat sebagian jalur yang dilalui adalah jalur ekonomi penduduk, panitia berulang kali mengingatkan seluruh peserta, melalui radio komunikasi, agar hati-hati dan bermain halus untuk mencegah kerusakan jalur jalan umum. Sebelumnya, seluruh peserta saweran menyiapkan dana untuk memperbaiki jalan bila terjadi kerusakan yang bisa mengganggu transpotasi masyarakat disana.

Selepas desa Negeri Sindang, perjalanan melalui jalan gravel lalu hutan kecil, dan jalur kebun sawit, selanjutnya jalan aspal dan masuk ke kota Baturaja, Sumatera Selatan, dan langsung menuju BC9 yaitu Hotel Zuri Baturaja untuk istirahat, perbaikan kendaraan, dan wisata kota dan kuliner di kota Baturaja.

Peserta yang telah tiba di Baturaja saat makan siang terlihat langsung menikmat wisata kuliner yang tidak ditemui di trek offroad selama delapan hari terakhir. Ketibaan yang lebih awal di Baturaja ini dimanfaatkan juga untuk belanja logistic, mencuci baju di laundry ekspres setempat, dan perbaikan kendaraan. Sampai malam hari terlihat beberapa kendaraan yang masih diperbaiki di halaman hotel Zuri Baturaja.

Seluruh peserta terlihat gembira dan semangat menjalani trek offroad yang bervariasi dari lumpur, hutan semak, menyeberangi sungai atau V, dan gravel atau jalan tanah yang penuh tantangan di sepanjang trek di Kabupaten Oku, Sumsel ini.

Selanjutnya, setelah istirahat dan re-grouping di Baturaja, hari Selasa (16/5) seluruh peserta, akan melanjutkan ke BC 10 yaitu Puslatpur. Panitia masih belum menjelaskan kondisi ke BC10 ini agar peserta terus mendapatkan kejutan.(dkk/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler