Pesta Miras Ricuh, Dua Mahasiswa Kena Tikaman

Senin, 14 November 2016 – 18:43 WIB
Pelaku sudah ditahan. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - MANADO — Peristiswa naas dialami dua Mahasiswa Fakultas Teknik Unsrat, inial Joa (21), warga Desa Talikuran, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, dan Mar (21), warga Desa Maumbi, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minut.

Mereka dihujani tikaman oleh dua begundal Kampung berinisial SM alias Sultan (20) dan RM alias Randy (20), warga Desa Tateli.

BACA JUGA: Ya Ampun, Bocah 9 Tahun Duel dengan Karibnya, Innalillahi

Peristiwa berdarah itu terjadi Minggu (13/11) pagi, sekira pukul 06.00 wita, di lorong Sakura, di desa Tateli Satu, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa.

Menurut sumber resmi Posko Manado (Jawa Pos Group), kejadian tersebut bermula ketika kedua korban janjian dan bertemu di tempat kost teman perempuan mereka (lokasi kejadian).

BACA JUGA: Mahasiswa Hilang Misterius, Ditemukan Baju Berlumuran Darah

Karena lebih dekat, Mar tiba lebih dulu disana, dan langsung ke kamar teman mereka.

Sementara itu Joa membawa temannya yang lain inisial Juf. Karena dingin saat mengendarai sepeda motor, Joa dan Juf terlebih dahulu menenggak cap tikus di desa Remboken.

BACA JUGA: Tak Kuat Iman Lihat Kunci Motor yang Masih Nyantol

Dari Kakas, Joa dan Juf memacu sepeda motor. Sekira 02.00 wita, keduanya tiba di lokasi kejadian.

Namun, disaat hendak masuk ke kamar teman mereka, Joa dan Juf bersua dengan dua pelaku.

Keduanya memaksa Joa untuk ikut pesta miras. Tapi, karena sudah mabuk, Joa menolaknya lalu naik ke lantai dua tempat kos itu.

Nah, disaat pagi hari Joa, Juf, dan Mar hendak pulang, kedua pelaku bersama beberapa lelaki lainnya masih menggelar pesta miras.

Miris bagi Joa, saat ia melintas di tempat pesra miras, pelaku Ren langsung berdiri dan mencabut pisau dari pinggang lalu menikam Joa sebanyak tiga kali di bangian punggung.

Terkejut mendapat tikaman, Joa membalikkan badan untuk melihat siapa yang menikamnya.

Tapi, pelaku kembali menikamnya. Meski berusaha menangkis, tapi tikaman pelaku tembus ke dada kiri.

Apes bagi Mar, di saat dirinya hendak menolong Joa, tiba-tiba pelaku Sultan menikam korban Mar dari belakang. Usai menikam kedua korban, para pelaku melarikan diri.

Dibantu penghuni kos, kedua korban dilarikan ke RSUP Kandou Manado, dengan menggunakan sepeda motor.

Mendapat informasi adanya kasus penikaman, Tim Paniki Rimbas II, dipimpin langusng oleh Katim Ipda Teddy Malamtiga, bergerak cepat ke lokasi kejadian.

Setelah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, kedua tersangka dibekuk beberapa saat kemudian di salah salah satu kios di kompleks Hotel Mercure.

Bersama barang bukti, keduanya digiring ke Polresta Manado.

Sementara itu, menurut pengakuan Sultan, kejadian itu bermula ketika Joa menyenggol kakinya, sehingga minuman tumpah ke lantai.

Karena sudah mabuk, Rand marah lalu menikamnya. Suasana saat itu langsung berubah ricuh.

“Kami tidak senang karena mereka menumpahkan minuman. Kami tikam mereka karena sakit hati,” aku Sultan.

Kapolres Manado, Kombes Pol Hisar Siallagan, ketika dikonfirmasi melalui Kasubag Humas AKP Rolly Sahelangi, mengatakan, kedua pelaku sedang diperiksa penyidik.

“Usai diperiksa, keduanya segera ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Untuk pasal yang akan dikenakan terhadap keduanya masih dalam tahap kordinasi,” terang mantan Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (KSPKT) ini. (PM/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Empat Orang Dibekuk Saat Asyik Pesta Narkoba


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler