Pesta Tahun Baru Denfes 2016 Targetkan 50 Ribu Wisatawan

Senin, 19 Desember 2016 – 15:57 WIB
Ilustrasi. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - BALI - Atraksi di Provinsi Bali memang tidak ada matinya. Provinsi yang biasa disebut Pulau Dewata itu di akhir tahun 2016 punya rentetan acara menarik.

Salah satunya Denpasar Festival alias Denfes yang akan diusung dengan tagline Pesona Indonesia menyambut Tahun Baru
pada 28-31 Desember 2016, mendatang.

BACA JUGA: Fatwa MUI: Atribut Natal Barang Haram

Perhelatan gawean Dinas Pariwisata Denpasar dan Kementerian Pariwisata yang dipimpin Menpar Arief Yahya itu punya target besar.

”Target pengunjung 50.000 orang yang datang ke acara ini, rinciannya Wisman 80 persen dan Wisnus 20 persen. Kami sudah berkoordinasi dengan bagian Ekonomi Setda Kota Denpasar untuk segera bisa mengeluarkan target transaksi ekonomi untuk masyarakat Bali, tahun baru akan sangat meriah di Bali,” ujar Walikota Walikota Denpasar I.B. Dharmawijaya Mantra

BACA JUGA: Kapolri: Kita Tidak Boleh Kalah

Kepala Dinas Pariwisata Bali, Anak Agung Gede Yuniartha juga mengamini hal itu.

Agung mengatakan, pelaksana perhelatan dilakukan Pemkot Denpasar dengan didukun Kemenpar.

BACA JUGA: Mendagri: 99 Persen Kebutuhan Masyarakat Masih Impor

Tema acara ini adalah Padmaksara. Tujuannya agar menarik lebih banyak wisatawan ke pusat kota Denpasar.

 ”Selain itu juga sebagai ajang untuk menampilkan kreativitas dan inovasi berbasis budaya unggulan ranah pelestarian seni dan budaya serta media dan ruang bagi berbagai komunitas dan masyarakat,” ujarnya.

Tempat kegiatan akan dilaksanakan di Areal Kawasan Catur Muka (titik sentral /titik 0 Km Kota Denpasar).

Peserta kegiatan yang akan terlibat adalah UMKM, komponen pariwisata, penggiat seni dan komunitas kreatif, pelajar atau mahasiswa, dan masyarakat.

Untuk urusan kegiatan, imbuh Agung, akan ada festival pameran, parade, seni pertunjukan,kompetisi,fashion show, bursa, niaga,dan kuliner.

Agung mengatakan, untuk materi kegiatan pertunjukan seni dan budaya terdiri dari tradisional, kontemporer, modern,  ragam

kuliner, pameran fotografi; bursa tanaman hias.

Ada peragaan busana wastra unggulan: bordir, songket, endek, musik performance, dan ragam kreativitas komunitas.

”Di samping itu, juga ada Great Sale di toko-toko sepanjang Kawasan Jalan Gajah Mada. Jadi kami prediksi sangat meriah sekali,” katanya.


Dharmawijaya menambahkan, Denpasar Festival merupakan festival tahunan yang digelar Pemkot Denpasar di penghujung tahun sejak 2008 lalu.

Kegiatan ini digagas olehnya sebagai upaya untuk menghidupkan Kawasan Jalan Gajah Mada, yang merupakan kawasan perdagangan di pusat Kota Denpasar.


”Festival yang pertama ini disebut Gajah Mada Town Festival; mengambil tema Inspirational Memories, dengan tujuan mengenang kembali berbagai nostalgia di Kawasan Jalan Gajah Mada yang bersejarah. Di kawasan ini tercermin ciri khas Kota Denpasar yg multikultur dan multietnis. Mulai tahun 2009, GMTF bertransformasi menjadi Denpasar Festival, hingga penyelenggaraannya yang  ke-9 tahun ini,”katanya.


Dharmawijaya menambahkan, disamping upaya pelestarian, festival ini juga merupakan salah satu rangkaian daya tarik wisata yang dibuat untuk mengaktivasi branding Sightseeing Denpasar, yang diluncurkan pada akhir 2007.

”Kami akan terus bersinergi dengan Kemenpar untuk merealisasikan target-target pemerintah,” kata Dharmawijaya.

Bali memang gencar menggelar even-even menarik di antaranya Denpasar Festival, sejak digelar tahun 2008 dengan nama Gajah Mada Town Festival.

Selain itu juga digelar even Festival Panglipuran, Festival Pandawa, dan lain-lain. Great Bali sebagai ‘jendela pariwisata Indonesia’ memberikan kontribusi sebesar 40% dari total kunjungan wisman.

Tahun 2015 yang lalu dari 10,4 juta wisman ke Indonesia yang masuk melalui Bali sebanyak 4 juta wisman, sedangkan target tahun ini 12 juta wisman, diharapkan sebanyak 4,4 juta hingga 4,8 juta wisman di antaranya melalui Bali.

Pada posisi Januari hingga September 2016 kunjungan wisman mencapai 8.362.963 atau meningkat sebesar 8,51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 7.707.034 wisman.

"Dalam tiga bulan terakhir ini Juli, Agustus, September 2016 kunjungan wisman menembus angka 1 juta dan diharapkan pada sisa waktu tiga bulan terakhir Oktober, November, dan Desember akan meningkat siginfikan. Pertumbuhan wisman yang tinggi ini, harus ditingkatkan dengan menggelar even-even menarik yang bersumber dari daya tarik seni budaya (culture), alam (nature) maupun manmade," kata Agung.(adv/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pernyataan Tegas Kapolri soal Sweeping Atribut Natal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler