Petani Babel Disebut Tak Butuh Subsidi Pupuk

Senin, 13 Desember 2010 – 15:31 WIB
JAKARTA - Wacana penghapusan subsidi pupuk dilontarkan oleh Komisi IV DPR RI, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Gatot Irianto, Senin (13/12)Menurut argumen para politisi Komisi IV ini, dengan adanya subsidi, justru membuat pupuk menjadi langka dan harganya makin tinggi.

"Permintaan penghapusan subsidi pupuk ini bukan hanya kemauan anggota dewan, tapi (juga) dari petani sendiri," cetus Budi Hariadi, salah seorang personil Komisi IV DPR.

Budi pun lantas membeberkan hasil kunjungan kerjanya ke Bangka-Belitung

BACA JUGA: 37 Persen SPBU Sudah Menjual Pertamax

Menurut dia, di dua daerah tersebut, para petaninya meminta tidak ada subsidi pupuk lagi
"Mereka bilang, jangankan subsidi sudah diberikan, baru rencana saja tiba-tiba pupuk menghilang

BACA JUGA: Pembatasan BBM Subsidi Disebut Menghemat Rp 3,8 Triliun

Kalaupun ada, harganya melangit, sehingga ongkos produksi petani bertambah banyak," ucapnya.

Ditambahkannya, yang diinginkan petani hanyalah (agar) pupuk selalu tersedia dan cukup saat musim tanam
"Perlu Pak Dirjen tahu, petani di Bangka-Belitung tidak butuh subsidi

BACA JUGA: Subsidi Jalan, Tapi Pupuk Tetap Langka

Karena bagi mereka, subsidi (itu) bukan memudahkan, (tapi) justru membuat keadaan petani tambah sulit," tegasnya.

Menanggapi hal itu, Gatot menyatakan bahwa subsidi pupuk harus tetap diberikanSoal seringnya terjadi masalah dengan (keberadaan  dan harga) pupuk, menurutnya lebih karena mekanismenya yang belum berjalan dengan bagus.

"Namun dengan adanya Pusri Holding, kita harapkan masalah tentang pupuk dapat secepatnya diatasiSebab, Pusri Holding menjadi penanggung jawab mengenai pupuk, sehingga tidak ada (lagi) saling lempar tanggung jawab," terangnya(esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tiga Menteri Upayakan Opsi Pembatasan BBM


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler