Petugas BNNP Tembak Bandar Narkoba, Mahasiswa Ikut Jadi Korban

Senin, 28 November 2016 – 02:10 WIB
Ilustrasi. Foto: AFP

jpnn.com - SAMARINDA – Dua mobil terlihat berkejar-kejaran di Jalan Pahlawan, Samarinda Ulu, Jumat (25/11) tengah malam.

Setelah itu, mobil Honda Jazz biru berhenti, lalu disusul mobil putih di belakangnya.

BACA JUGA: Waduh, PNS Terancam tak Gajian

Tiba-tiba, rentetan tembakan petugas memecah keheningan malam.

Sejumlah petugas berpakaian sipil tampak keluar dari mobil putih sambil menenteng senjata laras panjang.

BACA JUGA: Kapal Tongkang Tenggelam di Sarawak, 1 WNI Hilang

Bak di film action, petugas mengarahkan moncong senjatanya ke arah ban mobil biru yang berusaha kabur dengan memutar arah.

Mobil biru itu berhasil dihentikan dan pengemudinya ditangkap.

BACA JUGA: MUI Minta Umat Muslim tak Demo, Cukup Doa di Masjid

Tapi, di balik penangkapan itu, seorang pengguna jalan yang mengendarai motor dan kebetulan melintas di tempat kejadian perkara (TKP) menjadi "tumbal".

Dia adalah Fahrur Rahman. Kaki kanan mahasiswa Universitas Mulawarman itu tertembak.

Ketika tertembak, Fahrur sama sekali tak kesakitan apalagi jatuh dari motornya.

Dia hanya merasakan sesuatu menembus kakinya.

"Dia (Fahrur) bilang sama teman perempuannya yang dibonceng kalau kakinya seperti kena tembak," kata Ancas Miftahul Khoir, saksi mata sekaligus teman Fahrur sebagaimana dilansir Samarinda Pos, Minggu (27/11).

Setelah itu, Fahrur dibawa ke RSUD AW Sjahranie.

Setelah mendapat penjelasan dari dokter, Ancas langsung melaporkan peristiwa yang dialami Fahrur ke Polsekta Samarinda Ilir.

Tak berselang lama, polisi mendatangi nstalasi gawat darurat RSUD AW Sjahranie.

Beberapa anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim juga tampak.

Bahkan, Kepala Seksi Penyidikan Penindakan dan Pengejaran BNNP Kaltim Kompol Muhammad Daud juga terlihat.

"Saya lewat dengan teman-teman dari Tepian mau pulang ke kos di Pramuka. Saya sempat dengar tembak bannya," ujar Fahrur menirukan perkataan petugas di TKP.

Mendapat keterangan dari Fahrur dan Ancas, polisi langsung menuju tempat kejadian untuk mencari selongsong peluru.

Penyelidikan dipimpin langsung Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol Chandra Hermawan.

Polisi menemukan lima butir selongsong berserakan di jalan.

"Memang saya dengar sekitar lima kali suara tembakan beruntun," ucap Ancas.

Informasi yang diperoleh Sapos, penembakan itu dilakukan petugas BNNP Kaltim yang melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap bandar narkoba.

Pengejaran dilakukan dari kawasan Pasar Segiri.

Namun, ketika di Jalan Pahlawan, tepatnya di depan SMKN 1, mobil biru yang dikemudikan bandar narkoba itu memutar atau kembali ke arah Pasar Segiri.

Sayangnya, BNNP Kaltim enggan memberikan komentarnya terkait peristiwa itu.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol M Setyobudi Dwi Putro membenarkan adanya peristiwa itu.

Tapi, perwira melati tiga itu menyebut kejadian tersebut hanyalah insiden yang tak diduga ketika BNNP Kaltim melakukan penangkapan.

"Kejadian itu tidak disengaja, kebetulan saja terjadi karena pada saat itu korban (Fahrur) melintas di saat BNNP sedang melakukan pengejaran dan penangkapan bandar narkoba," ujarnya. (oke/rin/kis/nha/jos/jpnn)    

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tunggu Pelanggan di Bawah Jembatan, Yang Datang Malah Polisi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler