jpnn.com, BULELENG - Kabupaten Buleleng memasuki babak baru di bawah kepemimpinan I Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna, sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2025-2030.
Kepemimpinan mereka diharapkan mampu membawa berbagai inovasi dan program unggulan dalam pembangunan daerah.
BACA JUGA: Wakil Ketua TKN Prabowo - Gibran: Buleleng Punya Segudang Potensi yang Bisa Dikembangkan
Sutjidra dan Supriatna menegaskan komitmen mereka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengusung kebijakan yang berorientasi pada kemajuan ekonomi, infrastruktur, dan sosial budaya.
Dalam sambutannya, Sutjidra menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, serta sektor swasta dalam mewujudkan visi besar pembangunan Buleleng.
BACA JUGA: Demi Mengatasi Ketimpangan Utara-Selatan Bali, Warga Buleleng Dukung Gus Imin
Dia menekankan bahwa kolaborasi yang kuat menjadi kunci utama dalam mempercepat realisasi program-program prioritas yang telah mereka rancang.
“Kami akan fokus pada penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan optimalisasi sektor pariwisata sebagai sumber daya unggulan Buleleng,” ujar Sutjidra, Kamis (21/2).
BACA JUGA: Serahkan SK PPPK, Bupati Buleleng Tegaskan Komitmen Meningkatkan Kesejahteraan Guru
Salah satu agenda utama yang akan segera digarap oleh Sutjidra-Supriatna adalah reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan publik. Langkah ini diambil untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.
Selain itu, mereka juga berkomitmen untuk memperkuat sektor pertanian dan perikanan sebagai penopang ekonomi masyarakat pedesaan di Buleleng.
“Kami ingin memastikan semua program yang kami jalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Supriatna.
Dengan berbagai tantangan yang ada, Sutjidra-Supriatna menyadari bahwa keberhasilan pembangunan Buleleng membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
“Kami ingin menjadikan Buleleng sebagai daerah yang maju dengan tetap mempertahankan kearifan lokal dan budaya Bali sebagai identitas yang tak tergantikan,” tambah Sutjidra. (jlo/jpnn)
Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh