PKS Dorong Partai-Partai Teken Koalisi dan Capres Pertengahan 2022

Senin, 06 Desember 2021 – 19:49 WIB
Ketua DPP PKS yang juga anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - PKS mengimbau partai-partai lain untuk segera menentukan rekan koalisi dan calon presiden yang bakal diusung pada Pilpres 2024.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan bahwa hal ini sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat untuk mengenal calon pemimpin mereka.

BACA JUGA: Jazilul Sudah Menyebut Nama Kandidat Capres 2024, Mulai Penjajakan Koalisi

“Saya setuju parpol melakukan koalisi dan penjajakan jauh-jauh hari. Sehingga tidak membeli kucing dalam karung,” kata Mardani saat dihubungi, Senin (6/12).

Menurut Mardani, pengumuman capres idealnya dilakukan pada pertengahan 2022. Saat ini PKS juga masih terus menjalin komunikasi dengan sejumlah partai.

BACA JUGA: Teka-Teki Koalisi Capres dan Cawapres

Dia pun meyakini akan ada kejutan besar di Pemilu 2024. Menurutnya, nama-nama yang moncer di survei beberapa tahun terakhir seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, sangat mungkin tidak mendapat tiket parpol.

“Waktu masih panjang dan tiket belum ada kepastian. Saat koalisi parpol sudah terjadi dan tiket sudah jelas alokasinya, maka panggung akan berubah,” ujar Mardani.

Kuncinya, menurut Mardani, ada pada ketokohan seorang pemimpin. Dia yakin, pemimpin akan tetap bersinar menghadapi segala situasi dan kondisi ke depan.

BACA JUGA: PKS Pastikan Habib Rizieq Bukan Capres Koalisi Keumatan

Termasuk, masa jabatan pemimpin yang habis jelang Pemilu 2024, dia yakin, tokoh tersebut tetap memiliki magnet kuat di masyarakat.

“Jika leader akan tetap bersinar. Jika bukan leader akan hilang ditelan kebisingan tokoh lain,” ungkap dia.

Hal senada sebelumnya juga diungkapkan pendiri Cyrus Network Hasan Nasbi

Hasan menyebutkan dua hal yang dapat mengubah peta dukungan publik. Pertama, berakhirnya masa jabatan Anies dan Ganjar sebagai kepala daerah.

Mempertahankan elektabilitas bukanlah pekerjaan mudah bagi tokoh yang tidak punya jabatan prestisius.

Hasan mencontohkan Gatot Nurmantyo yang meski berusaha sangat keras untuk tetap relevan, pamornya terus meredup sejak kehilangan jabatan panglima TNI. "Karena enggak punya jabatan itu, jangankan dengan partai dengan teman sendiri aja susah," kata Hasan.

Hal kedua yang dapat mengubah situasi adalah pembentukan koalisi parpol dan penentuan calon lebih awal dari biasanya.

"Kalau sudah bungkus (kepastian koalisi dan calonnya) saya yakin orang akan melihat ooh ini yang sudah punya tiket," ujar Hasan

Namun elite politik kerap menginginkan calon ditentukan mendekati batas pendaftaran.

"Karena di akhir makin tinggi harga negonya. Padahal publik menginginkan jauh-jauh hari," pungkasnya. (dil/jpnn)

 

Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler