PLN Diminta Lebih Perhatikan Listrik Kawasan Vital

Jumat, 06 Agustus 2010 – 19:51 WIB

JAKARTA - PT PLN diminta untuk lebih memperhatikan kelistrikan di daerah-daerah yang dianggap vital, seperti halnya bandaraPasalnya, jika di kawasan ini terjadi gangguan kelistrikan, maka resikonya sangat tinggi.

Hal tersebut antara lain disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, di gedung DPR, Jumat (6/8)

BACA JUGA: Marzuki Sarankan SBY Terima Kritikan Mega

Menurutnya, apapun yang terjadi di bandara, termasuk gangguan listrik yang terjadi pada Jumat sore tadi, pemberitaannya bisa langsung sampai ke mana-mana.

"Kita minta sekali lagi perhatian dari direksi PLN, untuk jangan mengambil resiko terhadap daerah yang mempunyai cost sangat mahal
Kita harus tahu bandara itu adalah daerah vital

BACA JUGA: PLN: Pasokan ke Bandara Tak Ada Masalah

Ketika terjadi gangguan kelistrikan walaupun sedetik, pemberitaannya langsung sampai ke luar negeri," ucap politisi dari Golkar tersebut.

Disebutkan Priyo, walaupun PLN misalnya mempunyai alasan yang jelas, tapi tetap saja akan sulit untuk diterima
"Alasan apapun yang disampaikan PLN, tetap saja sulit rasanya kita terima," ujarnya.

Jadi ke depannya, pinta Priyo lagi, agar kejadian seperti terjadinya gangguan listrik di Bandara Soekarno-Hatta tersebut tidak terulang kembali, harus ada upaya antisipasi dari pihak PLN

BACA JUGA: MA Tolak Uji Materi Keppres Satgas Anti Mafia Hukum

Seperti misalnya kalau pasokannya darurat, langsung ada upaya pencegahan, sehingga tidak terjadi gangguan yang berakibat fatal.

"Kita kan sudah membentuk Dewan Energi Nasional (DEN) pada tahun laluMereka inilah sebenarnya yang bertanggungjawab dan menjamin pasokan energi, suku cadang energiKita merasa iri kepada negara seperti Amerika dan Rusia misalnyaMereka memiliki cadangan energi untuk mengantisipasi dari kemungkinan (buruk) yang terjadi," ungkap Priyo(yud/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Patrialis: Kita Jangan Apriori


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler