PLN Operasikan Pembangkit Baru

PLBG Talang Duku dan PLTMG Sei Gelam

Selasa, 18 Oktober 2011 – 15:23 WIB

PALEMBANG - Kelistrikan di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) akan semakin tangguh, baik dari sisi pasokan maupun kualitas keandalannyaHal ini menyusul beroperasinya pembangkit Tenaga Listrik Bahan Bakar Gas (PLBG)  Talang Duku berkapasitas 60 Megawatt, dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Gas (PLTMG) Sei Gelam Jambi sebesar 12 MW.

Pengoperasian kedua pembangkit listrik yang mengandalkan energi gas itu, diresmikan Direktur Operasi PLN Indonesia Barat Harry Jaya Pahlawan di lokasi PLTG Talang Duku terletak di Kabupaten Musi Banyu Asin, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (18/10).

"Pengoperasian ini selain bertujuan untuk memperkuat keandalan dan ketangguhan pasokan listrik di wilayah Sumatera khususnya Sumbagsel, juga dapat memenuhi kebutuhan konsumsi listrik yang terus meningkat di wilayah tersebut," ujar Harry.

Kemudian yang tak kalah pentingnya lagi, kata Harry, PLBG itu dapat mengurangi ketergantungan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang biayanya jauh lebih mahal

BACA JUGA: Energi Baru Tambah Cadangan Gas

" Diperkirakan  potensi penghematan pemakaian BBM bisa mencapai 134 juta liter per tahunnya, atau setara dengan Rp 1,2 triliun," terang dia.

Disebutkannya, pembangkit listrik ini merupakan bagian dari proyek sewa beli pembangkit listrik di wilayah Sumbagsel, dengan total kapasitas mencapai 232 MW
Khusus pengadaan PLBG Talang Duku merupakan kontrak perjanjian dengan skema sewa beli antara PT PLN (Persero) dengan konsorsium PT PP (Persero) - PT Bangun Energy Resources - PT Navigat Energy - PT SNC Lavalin dan General Electric.

"Kontrak perjanjiannya telah ditandatangani pada 24 Maret 2011

BACA JUGA: Freeport Stop Produksi

Sedangkan PLTMG Sei Gelam merupakan kontrak perjanjian dalam skema sewa antara PLN dengan PT Kertabumi Teknindo, yang ditandatangani pada 25 April 2011," ulas Harry.

Kemudian mengenai pendanaan pembangunan PLBG Talang Duku maupun PLTMG Sei Gelam berasal dari kontraktor tersebut
PLN tukasnya, akan melakukan pembayaran berdasarkan produksi kWh yang dihasilkan

BACA JUGA: Pemda Disarankan Irit untuk Modal Kelola Inalum

" Untuk PLBG Talang Duku masa kontrak selama 7 tahun sejak beroperasi secara komersial (COD/Commercial of Date), dan PLTMG Sei Gelam Jambi selama  6 Tahun sejak COD," beber Harry.

Dijelaskannya pula, PLBG Talang Duku terdiri dari 2 unit mesin pembangkitUntuk unit 1 dengan kapasitas 23 MW sudah mulai beroperasi di bulan Oktober ini, menyusul kemudian unit 2 sebesar 37 MW yang rencananya mulai beroperasi pada awal November 2011"Sedangkan untuk PLTMG Sei Gelam Jambi terdiri dari 9 Unit dengan total 12 MW sudah beroperasi seluruhnya," tukas Harry.

Selain itu, lanjut Harry, beberapa pembangkit juga akan segera masuk ke sistem Sumatera, diantaranya pembangkit sewa beli PLTG Payo Selincah berkapasitas 100 MW dan PLTU Sebalang Unit 1 sebesar 100 MW yang akan beroperasi Desember 2011 ini"Menyusul pembangkit sewa beli PLBG Borang dengan kapasitas 60 MW dan PLTU Sebalang Unit 2 berkapsitas 100 MWKeduanya diperkirakan sudah  beropersi pada awal tahun 2012 mendatang," imbuhnya.

Ke depan, tambah Harry, di wilayah Sumatera PLN berencana untuk lebih meningkatkan pemanfaatan gas, terutama bagi pembangkit-pembangkit Peaker yang merupakan pembangkit pemikul  beban puncak"Dalam waktu dekat, PLN akan membangun pembangkit Peaker di Sei Gelam Jambi sebesar 90 MW dengan memanfaatkan teknologi CNG (Compressed Nutural Gas)Teknologi ini memungkinkan gas marginal yang relatif kecil jumlah gasnya, yang banyak tersedia di wilayah Sumatera Selatan dan Jambi, untuk dimanfaatkan bagi pembangkit-pembangkit Peaker dengan kapasitas besar," pungkasnya(Yud/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... BUMN Rugi Bakal Dirombak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler