PLTG Senipah Sedot Rp 1 Triliun

Senin, 26 September 2011 – 12:17 WIB
SAMARINDA - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) 2x41 megawatt (MW) di Senipah, Kecamatan Samboja Kutai Kartanegara (Kukar) bakal menelan anggaran hingga Rp 1 triliunPT Kartanegara Energi Perkasa (KEP), sebuah perusahaan patungan bentukan Perusda Kelistrikan dan Sumber Daya Energi (PKSDE) Kukar bersama PT Toba Sejahtera mendapat kucuran kredit regional dari perbankan mencapai USD 130 juta (Rp 1,1 trilun dengan kurs rupiah Rp 9.000).

Direktur Utama PKSDE Kukar, Ramli Akhmad mengaku optimistis bahwa proyek yang dibangun di lahan seluas 10 hektare ini rampung akhir tahun 2012.  "Semua sudah clear khususnya pendanaan

BACA JUGA: WiKa Serius Investasi Listrik

Kita juga sudah order mesin pembangkitnya," kata Ramli Akhmad


PLTG Senipah dibangun lewat kerja sama "Pemkab Kukar dan PLN

BACA JUGA: Kenaikan Harga Property Antara 15-20 Persen

Ditargetkan menambah daya setrum jaringan listrik di sistem Mahakam agar Samarinda, Tenggarong, dan Balikpapan yang masih memiliki puluhan ribu calon pelanggan dalam daftar tunggunya bisa dikurangi.

Kata Ramli, pengerjaan fisik proyek ini terus berjalan
Semula daya setrum PLTG Senipah dari 2x41 MW akan dinaikkan menjadi 160 MW namun hasil keputusan Unit Induk Pembangunan Pembangkit Jaringan Kalimantan (UIP Kitring Kalimantan) daya listrik akan ditambah secara bertahap hingga menjadi 300 MW.

"Pembebasan lahan untuk transmisi dari Senipah ke Balikpapan masih dalam proses," ujarnya

BACA JUGA: Manfaatkan Potensi Rebound Pekan Ini



Rencananya dari pembangkit akan dibangun transmisi ke gardu induk Manggar Sari Balikpapan dengan jarak 45 kilometerDari catatan Kaltim Post, pembangunan pembangkit setrum yang mulai direncanakan lima tahun silam ini memiliki perjalanan panjangSejak 2006 sudah ada kesepakatan perjanjian di Kantor Pusat Total E&P Indonesie di Paris tentang kuota gas untuk PLTG Senipah

Pada 27 Juni 2009 dibuatlah kesepakatan bersama Total E&P Indonesie dan INPEX Corporation tentang perjanjian jual beli gas alam mencapai 20 juta kubik per hari (MMSCFD/Million Metric Standar Cubic Feet per Day), atau setara dengan 20.000 MBTU (Metrik British Thermal Unit) untuk jangka waktu 20 tahunTerakhir, dilakukan penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) disaksikan Direktur PT PLN Dahlan Iskan dan Konsorsium PT KEP di Jakarta, April  lalu.

Direktur Umum Perusda KSDE Shafik Avicenna mengaku share saham yang dimiliki perusda dalam proyek ini sebesar 10 persenSementara Manajer Rayon PT PLN Samboja Grahaita Gumelar sebelumnya mengatakan, PLN tidak terlibat langsung dalam pembangunan pembangkit ini tapi posokan listrinya akan dibeli PT PLN dan akan menjadi pasokan listrik untuk sistem Mahakam.(ri/far)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pertamina Tambah Kapasitas Kilang Cilacap


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler