PM Belanda: Ini Serangan terhadap Masyarakat Toleran

Selasa, 19 Maret 2019 – 13:29 WIB
Penembakan massal terjadi di Utrecht, Belanda, kemarin (18/3). Foto: EPA

jpnn.com, UTRECHT - Pemerintah menetapkan status siaga level tertinggi setelah terjadi serangan di stasiun trem 24 Oktoberplein, Utrecht, Belanda. Kemarin, Senin (18/3) seorang pria mengeluarkan tembakan membabi buta di stasiun trem pusat kota itu. 

Otoritas keamanan setempat mengejar pria bernama Gokmen Tanis. Pria keturunan Turki itu diduga sebagai teroris yang masih menebar ancaman di kota terbesar keempat di Belanda tersebut.

BACA JUGA: Kisah Heroik Abdul Aziz Nekat Melawan Peneror Masjid Selandia Baru

''Ini adalah serangan terhadap masyarakat yang terbuka dan toleran. Pilihan kami hanya satu, terus memerangi kekerasan dan intoleransi,'' tegas Perdana Menteri Belanda Mark Rutte sebagaimana dilansir Reuters.

Menurut salah satu saksi, serangan tersebut terjadi di trem saat baru saja berhenti di stasiun. Dia menceritakan, seorang pria langsung berdiri saat kereta melambat. Dia lalu memberondong seisi gerbong dengan senjata laras panjang.

BACA JUGA: Polisi Buru Pria Turki terkait Penembakan di Trem Belanda

''Saat itu, saya ada di bagian belakang. Saya beruntung bisa kabur karena jendelanya sudah dihancurkan dua pemuda,'' ungkap perempuan tersebut kepada stasiun TV NRC.

BACA JUGA: Polisi Buru Pria Turki terkait Penembakan di Trem Belanda

BACA JUGA: Jokowi Lihat Langsung Kehancuran Akibat Bom Sibolga

Penumpang trem pun langsung kabur setelah gerbong dibuka masinis. Beberapa di antara mereka langsung mencari perlindungan ke gedung-gedung sekitar stasiun. ''Setelah mendengar suara tembakan, saya melihat beberapa orang masuk ke kantor saya. Mereka bersembunyi,'' ujar Vincent van Roon, salah seorang saksi, kepada CNN.

Versi lain diceritakan saksi yang diperoleh RTV. Pria itu mengaku melihat perempuan dewasa yang ditembak empat orang. ''Perempuan itu berkata, 'Saya tak melakukan apa-apa'. Lalu, terdengar dor, dor, dor,'' ungkap saksi yang indentitasnya tak disebutkan itu menurut Daily Mirror.

Respons otoritas lokal cukup cepat. Setelah Tanis meluncurkan serangan, beberapa helikopter gawat darurat disiagakan. Personel unit antiterorisme kepolisian Belanda pun tiba di lokasi tak lama setelah itu. Mereka menutup area sekitar stasiun untuk mengejar pelaku. Polisi di Rotterdam, kota yang berjarak 60 kilometer dari Utrecht, ikut memperketat penjagaan di fasilitas umum seperti stasiun dan tempat ibadah.

Aparat sudah melakukan penyisiran ke dalam gedung-gedung dalam radius beberapa blok. ''Salah satu kemungkinannya, dia kabur dengan mobil. Tentu, kami akan berusaha menangkap pelaku secepatnya,'' tegas Jubir Kepolisian Belanda Bernhard Jens kepada Associated Press.

Kecurigaan tersebut muncul karena polisi mendapat laporan tentang mobil Renault Clio yang dibajak seorang pria. Kejahatan itu terjadi pagi sebelum serangan di stasiun trem terjadi. Bisa jadi, pelaku pembajakan adalah komplotan Tanis.

Mobil tersebut kosong saat ditemukan polisi 4,3 kilometer dari tempat kejadian. ''Tolong berhati-hati dengan Gokmen Tanis yang berusia 37 tahun.'' Begitu pernyataan kepolisian Utrecht.

Wali Kota Utrecht Jan van Zanen menyebutkan, tiga korban tewas. Lima orang lainnya dinyatakan terluka akibat insiden tersebut. ''Kami imbau semua penduduk tetap di rumah,'' katanya menurut The Guardian.

Insiden itu bukan aksi teroris yang pertama di Belanda. Agustus tahun lalu, pemuda keturunan Afghanistan menusuk dua turis AS di Central Station, Amsterdam. Pemuda itu pun dilumpuhkan dengan tembakan. (bil/c5/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Atta Halilintar Sebut Pelaku Teror Selandia Baru adalah Biadab


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler