PNS asal Sumbar Peserta Pameran Senjata Tradisional Tewas di Hotel

Jumat, 25 November 2016 – 09:33 WIB
Ilustrasi. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com - BENGKULU – Suasana DM Hotel di Jalan P Natadirja Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu, Kamis  (24/11) kemarin sempat geger. 

Pasalnya salah satu tamu hotel bernama Asril (55), warga Teluk Belibi Bunga Kasiap Kecamatan Lubuk Lengang, Kabupaten Pariaman Sumatera Barat (Sumbar), ditemukan meninggal di kamar 108.

BACA JUGA: Jadi PSK Baru Seminggu, Mengaku Bertarif Rp 50 Ribu

Pegawai Negeri Sipil (PNS) di UPTD Museum Adityawarman Kota Padang tersebut, diketahui merupakan salah satu peserta pameran senjata tradisional yang diselenggarakan Museum Negeri Bengkulu tersebut.

Korban diketahui baru satu malam menginap di DM Hotel tersebut bersama beberapa rekan kerjanya yang juga peserta pameran.

BACA JUGA: Usai Tidurkan Anak, Dia Diperkosa, Sepotong Kayu Ditemukan di Alat Kelaminnya

Kronologis kejadian diceritakan rekan korban bernama Cipto Burhan (38), warga Jalan WR Supratman Desa Ampar Kabupaten Pariaman Kota Sumbar, sekitar pukul 23.00 WIB Rabu (23/11) lalu Cipto masih sempat berbincang-bincang dengan korban dan beberapa rekan lainnya terkait kegiatan. 

Namun tak berapa lama korban pamit istirahat. 

BACA JUGA: Kembali Hirup Udara Bebas, Tiga Petani Sukamulya Disambut Pelukan

“Malamnya kami masih ngobrol-ngobrol, setelah itu kami istirahat,” ungkap Cipto yang juga rekan satu kamar korban seperti diberitakan Padang Ekspress (Jawa Pos Group) hari ini.

Kemudian sekitar pukul 04.30 WIB dini hari, Cipto berniat membangunkan korban untuk mengajak salat subuh. Namun beberapa kali dipanggil, korban sama sekali tidak menyahut. 

Mengira korban kelelahan dan masih butuh istirahat, Cipto pun akhirnya mendiamkan korban yang diduga saat itu sudah tidak bernyawa lagi.

“Saya pikir karena kelelahan, makanya tidak saya bangunkan lagi. Saya kemudian langsung saja salat subuh, kemudian melanjutkan tidur lagi,” jelas Cipto.

Namun ketika Cipto kembali terjaga pukul 07.00 WIB dan bersiap hendak mandi guna menghadiri pameran di Museum, ia merasa aneh karena korban tak kunjung terjaga dari tidurnya. 

Merasa ada yang ganjil, Cipto pun kembali memanggil korban dan dengan menggerakkan kaki korban. Betapa kagetnya Cipto ketika mengetahui bahwa kaki korban sudah dingin dan tubuh korban sudah kaku.

Mengetahui korban meninggal dunia, Cipto pun segera menghubungi petugas hotel dan beberapa rekan lainnya. 

Sontak hal itu membuat seisi hotel yang juga diramaikan beberapa tamu menjadi heboh. 

Kemudian selang berapa lama, aparat kepolisian dari Polres Bengkulu pun tiba di lokasi kejadian guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kasat Reskrim Polres Bengkulu Iptu Eka Chandra mengungkapkan, setelah melakukan olah TKP dan berdasarkan keterangan dari saksi, diketahui korban menderita sakit jantung, stroke ringan dan gula darah. 

“Sementara ini penyebab kematian korban diduga karena gangguan jantung,” ungkap Eka.(sly/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kejagung Periksa Direktur Lahan dan Aset BP Batam Terkait Temuan BPK


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler