Pokoknya Ini Harus Dibereskan

Kamis, 08 Januari 2015 – 09:08 WIB
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - TRAGEDI AirAsia QZ8051 tujuan Surabaya-Singapura di Selat Karimata pada Minggu (28/12) merembet ke persoalan lain.

 

Ini lantaran AirAsia terbang di luar jadwal yang ditetapkan Kementerian Perhubungan. Ignasius Jonan pun jadi sorotan, sebagian mengecam. Ini lantaran masalah izin rute penerbangan menjadi tanggung jawabnya sebagai menteri perhubungan.

BACA JUGA: Lazimnya Pilot Tahu Dinamika Cuaca

Mantan Dirut PT KAI itu sudah melakukan tindakan awal, meminta pihak-pihak terkait seperti AirAsia, Angkasa Pura (AP) I dan Perum AirNav untuk langsung memutasi maupun menonaktifkan pejabat yang terlibat, berdasar hasil investigasi.

BACA JUGA: Bingung Cari Pemain di Tiga Posisi

Lalu bagaimana bisa jadwal terbang dari Kemenhub berbeda dengan yang di lapangan? Langkah-langkah apa saja yang ia lakukan agar kejadian serupa tak terulang lagi. Berikut petikan wawancara reporter JPNN, Yessy Artada dengan Ignasius Jonan di kantornya, Selasa (6/1) malam.


Kenapa AirAsia bisa terbang di hari Minggu, di luar jadwal yang ditentukan?

BACA JUGA: PNS Staf Umum Dialihkan ke Teknis

Ini sedang diselidiki lebih lanjut oleh kami. Yang pasti Pak Tony (CEO AirAsia) sudah ngaku salah. Tony Fernandes saya kirimi email, dia sudah mengaku salah, sudah itu cukup. Dia ngaku sama saya (rute Surabaya-Singapura hari Minggu) nggak ada izin rutenya.

Lalu tanggapan Tony?

Dia terima (rute Surabaya-Singapura yang tak sesuai izin, red) di-suspend. Dia berharap setelah evakuasi selesai bisa ajukan rute lagi.

Apa maskapai bisa mengajukan perubahan jadwal terbang?

Bisa aja kalau ngajukan perubahan jadwal. AirAsia 8501 sudah punya 1246 (Senin, Selasa, Kamis, Sabtu). Dia (AirAsia) ubah sendiri 1357 (Senin, Rabu, Jumat, Minggu), Indonesia Slot Coordinator (IDSC), ya nggak bisa. Kalau mau ubah jadwal ya harus ngajukan ke sini (Kemenhub). Kalau nggak ngajukan ya nggak dikasih. Coba ditanya ke otoritas bandara masing-masing. Kalau misalnya tidak punya izin rute hari itu ya nggak dikasih, nanti dikumpulkan ngajukan lagi.

Pengubahan jadwal penerbangan apa memang harus disetujui kemenhub?

Bikin rute kan duduk bersama, seluruh yang tekait berkumpul, kalau sudah sepakat dapat slotnya. Slot itu digunakan untuk minta izin ajukan jadwal penerbangan. Kalau jamnya ganti-ganti slotnya ada dikasih, tetapi kalau harinya beda tidak boleh.

Pembekuan rute AirAsia Surabaya-Singapura apa terkait dengan musibah kemarin?

Pembekuan izin rute ini bukan penyebab kecelakaan, kecelakaan itu nanti penyebabnya yang umumin KNKT, ini sebetulnya riview dari Kemenhub yang sudah jalan. Kebetulan aja ini ada kecelakaan pesawat, kalau tidak ada izinnya ya tidak boleh.

Apa cuma AirAsia saja yang rutenya dibekukan?

Nggak, kita lakukan review (jadwal penerbangan) pada semua maskapai. Nanti pak plt dirjen Perhubungan Udara umumkan hari Kamis atau Jumat mana-mana saja yang rutenya kita suspend karena di luar ketentuan.

Ada beberapa pegawai yang sudah dinonaktifkan terkait AirAsia QZ8501?

Sudah ada beberapa di perhubungan, langsung kami non-aktifkan. Pokoknya ini harus dibereskan, siapa yang salah ya langsung ganti.

Soal cuaca buruk dan pilot tidak melakukan briefing saat hendak terbang?

Saya nggak mau tahu, kalau udah tahu cuacanya buruk dan dia tetep jalan ya udah fatal. Kalau nyalahin cuaca, ya sama aja nyalahin yang Maha Kuasa. Masa Tuhan mau disalahin.***

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Belum Ada Lost Contact Ditemukan Selamat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler