Polda: Waspadai Gerakan ISIS di Jogja

Kamis, 18 Desember 2014 – 11:05 WIB

jpnn.com - BANTUL – Gerakan Negara Islam Iraq dan Syiria (ISIS) ditengarai masih bergerak dan berusaha merekrut anggota-anggota baru di Jogjakarta. Karena itu, diperlukan upaya nyata untuk mempersempit ruang gerak gerakan yang dimo-tori Abu Bakar Al-Baghdadi ini. Salah satunya, memberlakukan wajib lapor bagi tamu asing yang menginap lebih dari 1 x 24 jam

Hal ini terungkap dalam acara penerangan hukum dengan tema Meningkatkan Peran Serta Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Paham Radikal yang diselenggarakan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIJ di kantor Ke-camatan Banguntapan, kemarin (17/12).

BACA JUGA: Ketua Fraksi PKB Dijebloskan ke Tahanan Polda Kalteng

Sejumlah narasumber  hadir dalam acara ini, yakni Di-rektur Binmas Polda DIJ AKBP Zaenal Arifin, Wakil Direktur Intelkam Polda DIJ AKBP Nanang Junimawanto, Assintel Kejati Joko Purwanto, Sekretaris MUI DIJ KH Muhsin, dan perwakilan Badan Kesbanglinmas DIJ Hanung.

“Saya kira di Banguntapan ini masih berlaku (pemberlakuan wajib lapor) karena masih ada kegotongroyongan,” terang Nanang saat memberikan pemaparan mengenai upaya-upaya mengeliminasi gerakan ISIS dilansir Radar Jogja (Grup JPNN.com), Kamis (18/12).

BACA JUGA: Diduga Curi Besi, Mantan Petinju Nasional Ditangkap Polisi

Nanang juga meminta peran aktif masyarakat dalam upaya mempersempit ruang gerak gerakan ISIS. Sebisa mungkin masyarakat melapor kepada aparat penegak hukum jika mendapati adanya kegiatan keagamaan yang mencurigakan. Sebab, beberapa waktu lalu pernah ada kegiatan keagamaan di masjid salah satu kampus ternama di DIJ yang ditengarai sebagai ajang sosialisasi gerakan ISIS.

“Padahal izin kegiatannya bukan itu. Kemudian acara ini langsung dihentikan oleh takmir masjid,” ungkapnya.

BACA JUGA: UMP Sumsel Rp2.213.001

Diakui, gerakan ISIS berpo-tensi masuk dan berkembang di DIJ. Gerakan ini ditengarai mudah memengaruhi masyarakat dengan taraf perekonomian rendah yang tak memiliki pengetahuan keagamaan yang mumpuni. Ini karena modus yang biasanya dilakukan anggota ISIS adalah dengan menjual persoalan-persoalan sosial dengan tameng agama.

“Dengan mengatasnamakan agama, gerakan sosial atau kemanusiaan pasti dapat dengan mudah memengaruhi psikis warga yang dipengaruhinya,” bebernya.

Toh beberapa waktu lalu juga banyak terpampang bendera yang menyerupai bendera ISIS di sejumlah lokasi di DIJ.Sementara itu Joko Purwanto mengatakan, gerakan ISIS di DIJ memang ada, meskipun masih sangat tersembunyi. Karena itu sosialisasi mengenai ISIS sangat penting bagi tokoh masyarakat dan Kabag Pemerintahan se-Banguntapan ini. Harapannya mereka mensosialisasikan persoalan ISIS ini kepada warganya masing-masing.

Namun demikian, Joko menampik penyelenggaraan sosia-lisasi di kantor Kecamatan Banguntapan ini karena salah satu wilayah penyangga kota ini subur dengan gerakan Islam radikal.

“Kebetulan ini yang dekat dengan kantor. Masih ada beberapa acara serupa di tempat lain,” tegasnya.(zam/laz/ong)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Siswa SMK Tersambar Kereta


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler