Polisi Didesak Usut Kasus Bawang Putih di Sembalun

Kamis, 28 Juni 2018 – 20:59 WIB
Bawang Putih. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPD RI Farouk Muhammad meminta Polda Nusa Tenggara Barat untuk mengusut tuntas kasus dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan benih bawang putih lokal tahun anggaran 2017 di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Menurut mantan Kapolda NTB ini, kasus bawang putih harus diselesaikan di NTB.

BACA JUGA: Menpan-RB Setujui Kenaikan Status Empat Polda Jadi Tipe A

Karena itu, dia berharap kepolisian setempat mampu mengusut dugaan keterlibatan oknum tak bertanggung jawab dalam pendistribusian bibit bawang putih.

"Dalam persoalan ini Polda NTB harus banyak mencari di lapangan, harus proaktif. Disini, fungsi deteksi dininya harus lebih ditingkatkan," kata Farouk, Kamis (28/6).

BACA JUGA: Mandi, Kerokan, Dipijat, agar Selalu Gagah Maksimal

Farouk juga mendorong kelompok tani di Sembalun untuk proaktif membantu kinerja kepolisian mengungkap fakta dalam proses pendistribusiannya.

"Kalau memang mereka (kelompok tani) punya buktinya, laporkan saja," ujarnya.

BACA JUGA: Polda NTB Bakal Bentuk Tim Bhayangkara FC Junior

Seperti diketahui kasus dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan benih bawang merah di Kabupaten Bima tahun anggaran 2015 yang sampai saat ini masih ditangani oleh Polda NTB.

Farouk mengatakan bahwa pihaknya telah mengawal kasus tersebut hingga ke meja KPK.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB Kombes Syamsudin Baharuddin mengatakan, timnya masih berupaya mengumpulkan data dan keterangan terkait informasi perbuatan melawan hukum dalam dugaan penyimpangan kasys tersebut.

Upaya tersebut telah dijalankan sejak pertengahan Mei lalu dengan menemui sejumlah pihak yang berkaitan dengan pendistribusian bantuannya, mulai dari kalangan petani bawang putih sampai kepada pejabat Dinas Pertanian Lombok Timur.

Menurut informasi yang dihimpun, ada 350 ton benih bawang putih lokal yang didistribusikan kepada 181 kelompok tani yang tersebar di 18 desa se-Kabupaten Lombok Timur.

Dengan luasan yang berbeda-beda, setiap kelompok tani mendapatkan kuota benih lokal bersama dengan paket pendukung hasil produksinya.

Mulai dari mulsa, pupuk NPK plus, pupuk hayati ecofert, pupuk majemuk, dan pupuk organik.

Benih bawang putih lokal sebanyak 350 Ton dibeli dari hasil produksi petani di Kecamatan Sembalun pada periode panen pertengahan tahun 2017.

Benih bawang putih lokal dibeli pemerintah melalui salah satu BUMN yang dipercaya sebagai penangkar yakni PT Pertani, di mana pembeliannya menggunakan anggaran APBN-P 2017 senilai Rp 30 miliar.

Namun pada saat pendistribusian bantuannya di akhir tahun 2017, banyak kelompok tani yang mengeluh tidak mendapatkan jatah sesuai data. Bahkan ada sebagian dari kelompok tani yang tidak sama sekali mendapatkan jatah. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penyelidikan Teror Bom di Kantor Bupati Masih Dilakukan


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler