Polisi Tembak Mati Orang Sakit Jiwa

Senin, 10 Maret 2014 – 11:22 WIB

jpnn.com - MALANG - Ceceran darah masih terlihat di pagar rumah warga di timur kantor Dinas Pengairan Ngajum kemarin (9/3). Darah yang sudah mengering itu adalah bekas pergumulan maut antara dua anggota Polsek Ngajum dan Mujianto, warga Dusun Tegaron, Desa Talangagung, Kepanjen. Mujianto akhirnya ditembak mati karena dianggap mengancam keselamatan dua anggota Polsek Ngajum, yakni Briptu Adi Prayogo dan Aipda Feri Irawan.

Duel antara pemuda yang mengalami gangguan jiwa dan polisi tersebut terjadi pada Sabtu (8/3) sekitar pukul 22.00 di timur kantor Dinas Pengairan Ngajum. Hal itu terjadi setelah anggota Polsek Ngajum menerima laporan dari Mulyadi, kakak Mujianto, yang menginformasikan bahwa adiknya membawa celurit. Karena dianggap mengancam keselamatan masyarakat, dua anggota Polsek Ngajum mendatangi Mujianto untuk mengambil senjata tajam tersebut.

BACA JUGA: Hilangkan Trauma, Polres Poso Gelar Patroli Bersenjata

Briptu Adi dan Aipda Feri yang meminta senjata tajam justru mendapat perlawanan dari Mujianto. Duel pun akhirnya tidak terhindarkan. Ketika menghindari ayunan celurit Mujianto, Aipda Feri terjatuh. Saat itu pula Mujianto mengayunkan senjata tajamnya ke tumit kanan Kanitsabhara Polsek Ngajum tersebut.

Ketika menghindari kejaran Mujianto, Aipda Feri beberapa kali terjatuh. “Sempat sekitar tiga kali terjatuh dan mendapat sabetan dari Mujianto,” terang Kapolsek Ngajum AKP Sri Sugeng Waskito.

BACA JUGA: Mendagri Lantik Gubernur Maluku

Aipda Feri diketahui terluka di kaki kanan, tangan, dan di bawah dada sebelah kanan. Lantaran mengetahui rekannya diserang Mujianto, Briptu Adi sempat beberapa kali memukul tubuh bagian belakang Mujianto. Namun, Mujianto terus membabi buta. Bahkan, Briptu Adi juga dilaporkan terkena sabetan celurit di pipi kanannya.

Aipda Feri yang mendapat serangan terus-menerus kemudian melepaskan tembakan ke udara. Tembakan peringatan itu tidak membuat Mujianto keder. Sebaliknya, pria berusia 30 tahun tersebut semakin beringas dan hendak menyerang Feri. Tembakan kedua lalu diarahkan ke kaki oleh Aipda Feri.

BACA JUGA: Kepala Biro TV Swasta Tewas di Kamar Hotel

Tembakan itu tidak mengenai sasaran. Namun, percikan proyektil peluru sempat mengenai kaki kanan Mujianto. Dalam kondisi tersungkur, Aipda Feri akhirnya melepaskan tembakan ketiga. Tembakan terakhir tersebut tepat mengenai dada kanan Mujianto. Setelah itu, barulah serangan Mujianto terhenti.

Aipda Feri yang mengalami luka sabetan cukup parah kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat. Karena terluka parah, Aipda Feri dilarikan ke RS Wava Husada Kepanjen. Mujianto langsung dilarikan ke UGD RUSD Kanjuruhan. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Menanggapi penembakan yang dilakukan anggotanya kepada Mujianto, Kapolsek Ngajum AKP Sri Sugeng Waskito menjelaskan, hal itu merupakan prosedur yang tepat. “Siapa pun yang terancam jiwanya boleh melakukan tindakan diskresi kepolisian atau tindakan tanpa menunggu perintah dari atasan,” terangnya.

Ketika Jawa Pos Radar Malang mendatangi rumah duka di RT 3 RW 5, Dusun Tegaron, Desa Talangagung, Kepanjen, terlihat anggota keluarga Mujianto sedang berkumpul di ruangan tamu. Rateno, ayah Mujianto, menjelaskan bahwa anaknya tersebut memang mengalami gangguan jiwa sejak tiga tahun lalu. Ketika pergi meninggalkan rumah, Mujianto tidak berpamitan. Keluarga hanya mengira bahwa Mujianto berjalan ke arah Ngajum.

Terkait dengan kematian anak terakhir di antara tiga bersaudara tersebut, ibu korban, Miselin, hanya bisa pasrah dan sudah mengikhlaskan.

Ketika wartawan koran ini hendak memantau kondisi terakhir Aipda Feri di RS Wava Husada, pihak rumah sakit enggan memberikan kabar terbaru. ''Tadi (kemarin) malam Pak Feri baru saja dioperasi sehingga membutuhkan ketenangan dalam masa observasi,'' papar Fajar Muliadewi, manager on duty RS Wava Husada.

Fajar menjelaskan, kondisi detail pasien memang tidak boleh dipublikasikan. Ketika menuju kamar nomor 306 di lantai III rumah sakit tersebut, wartawan Radar Malang juga dihalang-halangi petugas keamanan setempat.(cw4/abm/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mr Jieng Mati Tertimpa Cantolan Besi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler