Politikus PAN Ini Tolak Dampingi Arinal di Pilgub Lampung

Jumat, 15 September 2017 – 13:37 WIB
Partai Amanat Nasional (PAN). Ilustrasi: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, BANDARLAMPUNG - Tim Pilkada Pusat DPP Partai Amanat Nasional (PAN) sudah merekomendasikan Arinal Djunaidi sebagai calon gubernur (cagub) Lampung. Atas hal ini, Ketua DPW PAN Lampung Bachtiar Basri angkat bicara.

Pria yang menjabat wakil gubernur Lampung ini konsisten mendukung M. Ridho Ficardo sebagai bakal cagub. Dia juga mengunci kemungkinan berpasangan dengan Arinal.

BACA JUGA: Sah, PAN Dukung Arinal Djunaidi di Pilgub Lampung

Bachtiar menegaskan hanya mau menjadi wakil gubernur mendampingi Ridho untuk periode kedua. Diketahui, Ridho dan Bachtiar merupakan pasangan pemenang Pilgub Lampung 2014.

’’Saya tidak bersedia (berpasangan dengan Arinal, Red). Karena saya kan memang tidak siap menjadi wakil gubernur orang lain. Saya hanya siap menjadi wakil gubernur Ridho,” kata Bachtiar kepada Radar Lampung di rumah jabatan Wagub Lampung, Kamis (14/9).

BACA JUGA: Tak Hanya Kuantitas, PAN Juga Utamakan Caleg Berkualitas

Alasannya, Bachtiar lebih senior dari Arinal. Terakhir, di birokrasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, jabatan Bachtiar lebih tinggi. Yakni Bachtiar wakil gubernur, sedangkan Arinal sekretaris provinsi (Sekprov).

’’Saya wakil gubernur, saya pernah bupati. Masak saya harus pasangan dengan Arinal? Tentunya saya menghitung siapa yang mau menjadi pimpinan saya,” tandasnya.

BACA JUGA: Sum Indra Disebut Dapat Dukungan dari PAN di Pilwako Jambi

Lain hal dengan Ridho. Justru Bachtiar yang mengusulkan Ridho untuk maju dalam Pilgub 2014. ’’Sosoknya beda. Karena Ridho itu jagoan saya. Saya ketua tim pemenangan dia waktu pilgub yang lalu. Karena sampai akhir dia belum mendapat wakil, maka saya maju,” ucapnya.

Selama tiga tahun memimpin Lampung, Bachtiar merasa nyaman dengan Ridho. Selama ini tidak ada konflik atau perebutan kewenangan di antara mereka. ’’Chemistry-nya juga nyambung, saya sayang sama Ridho. Begitu juga dia. Ingat waktu dia wawancara di PDIP. Dia diminta wakilnya dari PDIP, tetapi Ridho menjawab harus berkonsultasi dengan saya dahulu,” ujarnya.

Soal surat rekomendasi tim Pilkada Pusat DPP PAN terhadap Arinal, Bachtiar menanggapi santai. Menurut dia, itu bukan surat keputusan (SK). Di mana dalam surat rekomendasi itu, Arinal antara lain bertugas mencari pasangan dan partai politik (parpol) koalisi.

DPP PAN juga akan melihat peluang menang dari pasangan dan parpol yang dipilih Arinal kelak.

’’Kira-kira menang nggak? Pasti dipertimbangkan oleh ketua DPP. Ketua umum PAN itu adalah ketua MPR RI, nggak mungkin kalau nggak teliti. Ingat ya, itu kan rekom, belum SK. Sekadar kasih kepercayaan Arinal untuk mencari pasangan dan parpol koalisi,” kata mantan bupati Tulangbawang Barat ini.

Bachtiar pun menanggapi santai atas terbitnya rekomendasi tersebut.

’’Tidak ada yang istimewa kalau saya menangkapnya demikian. Itu sekarang jadi heboh karena dari cara menerimanya tidak dengan kepala dingin. Kalau saya sebagai ketua DPW, itu haknya DPP yang ambil keputusan untuk calon kepala daerah. Kenapa kita ribut dan harus kaget? Kalau kewenangan ada dengan saya, yang kaget pasti Ridho, kenapa kok saya mengambil cagub Arinal. Ridho, saya rasa juga biasa-biasa menanggapi ini. Karena kita punya komitmen,” ujarnya.

Bachtiar pun masih berpedoman pada pernyataan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Selasa (12/9). Yakni PAN akan memutuskan cagub paling lama pada 26 September atau dua pekan setelah dia dan tim pilkada DPW PAN Lampung menyerahkan nama-nama pendaftar cagub-cawagub ke DPP PAN.

Nama cagub yang akan diusung sepenuhnya merupakan pertimbangan ketua umum dan pengurus DPP. Di mana, pimpinan partai juga akan melihat respons di lapangan soal rekomendasi terhadap Arinal tersebut. Hal ini karena ketua umum akan mendukung orang yang mampu untuk menang. Bukan hanya sebatas menjadikan cagub.

“Saya rasa, pemikiran ketua umum dengan saya nggak beda. Yaitu orang yang kita dukung dengan harapan bisa menang,” ujarnya.

Sementara, Ketua DPP PAN Yandri Susanto memastikan surat rekomendasi cagub terhadap Arinal. ’’Benar kita dukung Arinal untuk Pilgub Lampung. Saya yang konsep suratnya dan ditandatangani oleh ketua umum dan Sekjen,” ujar Yandri kemarin.

Dia mengatakan, saat ini masih melakukan pembahasan di internal PAN dan parpol koalisi soal cawagubnya. ’’Ini sedang kami bahas di internal partai dan kita akan lihat juga partai koalisi seperti apa. Baru nanti kita usulkan,” ujar Yandri.

Terpisah, Arinal mengatakan, saat ini masih berkonsentrasi untuk mengumpulkan parpol koalisi. Meskipun, koalisi Golkar dan PAN sudah cukup untuk mengusungnya dalam pilgub. Pada waktunya nanti, dia memublikasikan melalui media massa.

’’Ya kalau melihat kecukupan memang, tetapi itu bukan segalanya. Rakyat Lampung bukan karena cukupnya perahu, namun dayungnya masih perlu dipikirkan sebagai energi menggapai tujuan,” ungkapnya.

Pada bagian lain, sembilan DPD PAN kabupaten/kota menyampaikan dukungan terhadap Pembina Wilayah Lampung DPP PAN Zainudin Hasan untuk maju pilgub. Mereka berasal dari Pesawaran, Pesisir Barat, Bandarlampung, Lampung Barat, Lampung Selatan, Waykanan, Tanggamus, Lampung Tengah, dan Lampung Timur. Dukungan mereka sampaikan di rumah Zulkifli, Rabu (13/9).

Namun, Zainudin ternyata menolak dicalonkan dalam pilgub. ’’Saya fokus untuk Lampung Selatan agar bisa maksimal. Tetapi kalau aspirasi kader boleh-boleh saja,” kata bupati Lampung Selatan ini kemarin.

Ketua DPD PAN Bandarlampung Wahyu Lesmono mengatakan, dukungan karena Zainudin merupakan kader mumpuni. Partai juga sudah melihat kinerjanya sebagai bupati yang dicintai masyarakat. (dna/c1/wdi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cabup Petahana Ini Dekati Petinggi PAN


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler