Politisi Golkar Minta Jokowi Umumkan Program 100 Hari

Minggu, 26 Oktober 2014 – 10:56 WIB

jpnn.com - JAKARTA - ‎Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo menyarankan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengumumkan program dan target 100 hari pemerintahan mereka. Utamanya soal harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"‎Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla perlu mengumumkan program dan target 100 hari pertama pemerintahan mereka. Paling penting dari semua program dan target awal pemerintahan Jokowi-JK adalah kepastian mengenai harga bahan bakar minyak bersubsidi," kata Bambang dalam pesan singkat, Minggu (26/10).

BACA JUGA: Lulung Minta Jokowi tak Campuri Urusan PPP

Menurut dia, Jokowi-JK  mengawali pemerintahan dengan ketidakpastian tentang pengelolaan BBM bersubsidi. Ketidakpastian ini menyebabkan publik terus berspekulasi mengenai harga BBM bersubsidi.

Contohnya, kata Bambang, pekan lalu ada spekulasi bahwa Jokowi-JK akan menaikan harga BBM bersubsidi pada November 2014 sebesar 46,1 persen atau dari Rp 6.500 menjadi Rp 9.500 per liter untuk menghemat anggaran tahun ini sebesar Rp 20 triliun.

BACA JUGA: Jokowi Diingatkan tak Sembarangan Pilih Mensesneg

Karena itu, ia mendesak Jokowi-JK mengubah ketidakpastian ini menjadi sesuatu yang nyata sehingga masyarakat tidak terus berspekulasi.

"Kepastian tentang harga BBM bersubsidi ini layak dimasukan dalam program 100 hari pertama pemerintahan Jokowi-JK," ujar Bambang.‎

BACA JUGA: Gayatri Wailissa, Ikon Anti Minder

Dia menyatakan keberanian Jokowi-JK memaparkan program 100 hari pertama sangat diperlukan sehingga masyarakat bisa menakar kapabilitas dan kompetensi keduanya dan semua anggota kabinetnya.

"Masyarakat perlu diberitahu target apa yang ingin diwujudkan pemerintahan Jokowi-JK dalam 100 hari ke depan," ‎ucap Bambang.

Lebih lanjut, Bambang juga mengkritisi mengenai pernyataan Jokowi yang akan merealisasikan pembagian Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar. Menurut dia, untuk merealisasikan kedua program itu tidaklah mudah sebab cakupannya amat luas hingga ke seluruh pelosok daerah.

"Tantangannya tidak mudah karena harus berkoordinasi dengan semua pemerintah daerah, termasuk instrumen pendukungnya," tandas Bambang. ‎(gil/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kok Tanyanya Apakah Berminat jadi Menteri?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler