Polresta Bogor Bongkar Praktik Prostitusi di Wisma, 8 Tersangka Ditangkap

Kamis, 26 September 2024 – 05:00 WIB
Ilustrasi praktik prostitusi terselubung di Kota Bogor terbongkar. Foto ilustrasi: arsip JPNN.com/Ricardo

jpnn.com, KOTA BOGOR - Polresta Bogor Kota membongkar praktik prostitusi daring pada sebuah wisma di Kelurahan Kebon Pedes, Kota Bogor, Jawa Barat.

"Praktik prostitusi daring itu terbongkar ketika kepolisian melakukan operasi dugaan prostitusi pada Rabu dini hari," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Aji Riznaldi Nugroho di Bogor, Rabu.

BACA JUGA: Polisi Masih Usut Dugaan Prostitusi Tempat Spa di Seminyak

Dalam operasi tersebut, Aji menyebut ada delapan orang pelaku berinisial MI, RP, AR, AD, RA, IN, RT dan DN yang ditangkap.

Delapan orang itu terdiri atas empat orang laki-laki dan empat orang perempuan yang semuanya berasal dari luar Kota Bogor.

BACA JUGA: Polisi Ungkap Kasus Prostitusi dan Periksa Direktur Spa di Seminyak

“Empat orang laki-laki berperan sebagai joki, empat orang perempuan sebagai penjaja laki-laki hidung belang,” kata Aji dikutip dari Antara, Rabu (25/9).

Aji menjelaskan praktik prostitusi daring ini sudah berlangsung selama sekitar 3 bulan. Para pelaku menjalankan modusnya melalui aplikasi Michat, yakni
para laki-laki hidung belang diarahkan ke wisma tersebut.

BACA JUGA: Polsek Denpasar Barat Bongkar Prostitusi Online Anak di Bawah Umur

Para pelaku yang berperan sebagai joki, kata Aji, menawarkan wanita untuk dijual dengan harga Rp300 ribu sampai dengan Rp500 ribu untuk setiap pelanggan.

“Para joki ini mendapatkan keuntungan Rp50 ribu sampai Rp100 ribu dari setiap kupu-kupu malam,” ujarnya.

Selain mengamankan pelaku, Aji menyebutkan, sejumlah barang bukti yang disita antara lain enam boks kondom, tujuh unit ponsel, dan satu buah tas warna hitam berisi ponsel, buku tabungan, dan kondom milik salah seorang pelaku.

Selain itu, kata Aji, ada empat orang perempuan yang menjadi korban dalam praktik prostitusi ini. Para korban yang rata-rata berusia 21 tahun, biasanya melayani sekitar dua hingga tiga laki-laki hidung belang setiap harinya.

“Yang bersangkutan (korban) dilakukan pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak. Untuk pembinaannya nanti diserahkan ke Dinas Sosial,” kata Aji. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 2 Rumah di Lokasi Prostitusi Payo Sigadung Dijadikan Tempat Esek-Esek


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler