Polri Bantah Gunakan Protap Nomor Satu

Kamis, 21 Oktober 2010 – 14:09 WIB
JAKARTA - Meskipun seorang pengunjukrasa sempat tertembak, Mabes Polri membantah telah menggunakan Prosedur Tetap (Protap) Nomor 1 untuk membubarkan aksi unjuk rasa, Rabu (20/10) laluKadiv Humas Polri, Irjen (Pol) Iskandar Hasan menyebutkan, pihaknya membubarkan aksi unjuk rasa peringatan setahun pemerintahan SBY-Boediono itu dengan Protap yang lebih ringan.

"Protap nomor satu kemarin tidak digunakan

BACA JUGA: Massa Gagak Bikin Macet Rasuna Said

Kita gunakan Protap nomor 16 dalam rangka mengendalikan huru-hara
Kalau nomor satu, itu anarkis

BACA JUGA: Laporan Jimly Tak Ditanggapi Facebook

Tolong dipahami, ya
Itu bukan Protap tembak ditembak

BACA JUGA: Mendag Dinilai Lebih Pas jadi Atase Perdagangan RRC

Tolong rekan-rekan mahasiswa jangan mengatakan tembak di tempatItu Protap penanggulangan (aksi) anarkis," ujar Iskandar, di Mabes Polri, Kamis (21/10).

Namun demikian, terkait adanya seorang mahasiswa yang tertembak dalam unjuk rasa di Jalan Diponegoro, Jakarta, pihaknya menurut Iskandar, akan melakukan penyelidikanSaat ini katanya, Mabes Polri telah menerjunkan tim Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk menyelidiki penembakan itu.

"Tim Propam sudah diturunkan, untuk menyelidiki apakah ada yang melakukan itu (penembakan)Jika terbukti, pihak kami akan melakukan proses hukum," tambahnya.

Nantinya, kata Iskandar lagi, tim Propam yang diterjunkan ini akan menyelidiki secara menyeluruhTermasuk melibatkan hasil analisa dokter mengenai peluru yang bersarang di kaki mahasiswa itu.

"Nanti kita cekKalau visum dari kedokteran itu luka tembak, kita cari, mana pelurunya, mana selongsongnyaDari peluru dan selongsong itu, nanti kita tahu ini peluru dan senjata yang manaKarena anggota yang tugas di sana, mana yang bawa senjata (dan) mana yang tidak, kan kita bisa tahu," imbuhnya.

Terlepas dari itu, Iskandar menyebut bahwa secara umum, unjuk rasa itu berlangsung amanSementara, katanya pula, tak hanya dari demonstran, dari aparat polisi pun sebenarnya juga jatuh korban.

"Secara nasional, unjuk rasa masih terkendali semuaDari pihak polisi juga ada korbanTapi kita lihat dulu korban iniApakah korban ini akibat bentrok dengan masyarakat, atau mahasiswa, atau ada unsur lain," imbuhnya(zul/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... FB Jimly Jadi Ladang Transksi Laptop Bodong


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler