Polri Curigai Politisasi Isu Rekening

Diduga Terkait Kampanye Hitam Calon Kapolri

Senin, 05 Juli 2010 – 05:55 WIB

JAKARTA --- Mabes Polri mencurigai adanya nuansa politisasi dibalik isu transaksi mencurigakan pada rekening sejumlah perwiraPenasihat Kapolri bidang hukum pidana Chairul Huda mengindikasikan bahwa isu rekening tersebut terkait dengan suksesi kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri

BACA JUGA: Istana Tegaskan Keabsahan Posisi Hendarman Sah



"Bukan cuma saya yang curiga, sebab indikasinya kok kentara sekali," ujar Huda kemarin (4/7)
Dosen hukum pidana Unmuh Jakarta itu melanjutkan, isu itu sebenarnya isu lama

BACA JUGA: Polisi Tindaklanjuti Laporan Soal Hendarman Supandji

"Jumlah yang dilaporkan PPATK itu 1.000 orang, tidak hanya polisi saja
Ini kenapa kok yang diungkit cuma perwira polisi?" tambahnya

BACA JUGA: Luna-Tari Segera Susul Ariel



Dari sisi waktu, isu yang menguat setelah menjadi laporan utama Majalah Tempo itu juga disesuaikan"Yakni, saat Polri sedang memperingati ulangtahun hari Bhayangkara," katanyaBukan tidak mungkin, kata anggota tim reformasi Polri itu, isu itu sengaja dihembuskan sejumlah orang untuk black campaign (kampanye hitam)Jika benar isu itu ditunggangi oleh kepentingan calon pengganti Kapolri, Huda pesimistis orang itu terpilih"Kalau memang betul, maka saya mengimbau institusi Polri agar menggagalkan orang itu," kata Huda.

Menurut Huda, permainan yang dilakukan dengan menunggangi isu tidak fair dan tidak ksatria"Belum jadi Kapolri saja sudah bermain dengan pola seperti itu, bagaimana kalau memimpin? Orang itu harus digagalkan," katanyaApakah Huda sudah tahu siapa? Pria berkacamata itu menolak membeber"Itu bukan wewenang saya, silakan pihak Polri yang melakukan penilaian dan mungkin saja penyelidikan," katanya.

Secara terpisah, Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta Sanusi Pane juga menilai isu ini juga terkait pemilihan Kapolri"Perang antar bintang di kepolisian akan semakin ramai dalam satu dua bulan ini," katanyaPenulis buku Jangan Bosan Kritik Polisi itu menilai pengusutan transaksi mencurigakan itu akan 'hilang' dengan sendirinya"Ini isu timbul tenggelamKalau tidak diambil alih atau disupervisi lembaga lain, sulit untuk selesai," katanya

Bambang Hendarso Danuri kemarin tak bersedia komentar soal isu ini"Sudah-sudah ya," ujar Kapolri saat dicegat wartawan disela-sela menjemput presiden SBY yang baru pulang dari luar negeri di Bandara Halim Perdanakusumah kemarin.(rdl/sof/agm)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Teroris Perluas Target Serangan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler