JAKARTA -- Kinerja Mabes Polri yang berhasil mengungkap dana Gayus Tambunan di safety box Rp 74 M mendapat apresiasi positifNamun, polisi juga didesak agar segera mengungkap para penyetor dana gelap
BACA JUGA: Sepi Peminat, Pansel KY Perpanjang Masa Pendaftaran
Termasuk berani memeriksa para pimpinan Group BakrieBACA JUGA: Bunga Tabungan Haji Terindikasi Disalahgunakan
Mereka bisa dipanggil," ujar Ketua Presidium Indonesian Police Watch Neta Sanusi Pane dalam diskusi di Jakarta kemarin (20/06)BACA JUGA: Menag Bahas Tawuran Mahasiswa
Menurut Neta, dari keterangan Gayus dan Deni bisa dikembangkan secara lebih fokus"Apakah ada perintah untuk melakukan rekayasa pajakKalau ada, dari siapa, begitu terus berjenjang sampai atas," kata penulis buku Jangan Bosan Kritik Polisi itu
Dana Gayus yang miliaran rupiah tak mungkin datang dengan sendirinya"Dia tidak mungkin kaya tiba-tibaPasti ada yang menyetorIni kok belum ada pengumuman sama sekali siapa yang menyetori Gayus," katanyadealnya, kata Neta, orang-orang yang dicurigai bisa dipanggil"Dasarnya adalah pengakuan GayusItu bisa sebagai dasar untuk memanggil orangSelain itu, penyidik juga harus melakukan langkah pembuktian yang lain," katanya
Dari berkas pemeriksaan Gayus, pada penyidik pecatan Dirjen Pajak itu mengaku mendapat dana dari hasil membantu kasus-kasus pajakGayus mendapat order dari Alif Kuncoro dan Imam Cahyo MalikiAlif sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, sedangkan Imam sudah diperiksa namun masih sebagai saksiOrder Gayus lewat jalur Alif, menurut pengakuannya, berasal dari tiga perusahaan group BakrieYakni PT Kaltim Prima Coal, PT Arutmin dan Bumi Resources
Semua klaim ini sudah dibantah oleh Bumi Resources melalu juru bicaranya Dileep Srivastava ( JP19/06)Keluarga Bakrie melalui juru bicaranya Lalu Mara Satriawangsa juga membantah keras tudingan GayusAburizal Bakrie beberapa waktu lalu juga sudah membantah pengakuan GayusIcal menyebut dirinya tidak punya kaitan khusus dengan tiga perusahaan ituIcal juga menolak dikaitkan karena bagi ketua umum Golkar itu, dirinya sama kedudukannya seperti pemegang saham yang lain (JP 6/06).
Menurut Neta, bantahan-bantahan kelompok Bakrie tak cukup hanya melalui media"Kalau mau menolak tudingan ya didepan penyidik saat pemeriksaan," katanyaKapolri juga seharusnya tak perlu khawatir dengan imbas politik jika melanjutkan pengusutan kasus ini sampai penyetir dana"Polri itu independent dan tidak bisa disetir oleh partai atau politik kelompok tertentu," katanya.
Secara terpisah, pimpinan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Boyamin Saiman juga menilai pengusutan kasus Gayus berjalan sangat lamban"Sekarang polisi justru fokus pada video porno padahal kasus korupsi Gayus belum tuntas," kata BoyaminLangkah Polri yang setengah-setengah itu diduga terkait masalah politis"Bau kepentingan politiknya tercium sekali," kata Boyamin.
Secara terpisah, Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Zainuri Lubis memastikan penuntasan kasus Gayus sampai akar-akarnya"Percayalah, penyidik sedang bekerja," katanyaJenderal bintang satu itu menjelaskan tim yang dipimpin Direktur III Pidana Korupsi Brigjen Yovianus Mahar masih menyidik dugaan korupsi GayusSedangkan tim independen pimpinan Irjen Mathius Salempang menuntaskan kasus sindikasi mafia pajak"Dari pengakuan Gayus akan ditelusuri dan dikembangkan oleh penyidik," katanya.(rdl)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Gayus Sembunyikan Bukti
Redaktur : Tim Redaksi