Prabowo Siap Hadapi Masalah HAM

Selasa, 16 Desember 2008 – 17:57 WIB
JAKARTA - Calon presiden (Capres) dari Partai Gerindra Prabowo Subijanto menyatakan siap menghadapi politisasi masalah hak asasi manusia (HAM) yang digunakan untuk mengganjal pencalonan dirinya pada Pilpres 2009"Jika masalah HAM ini dijadikan alat politik, saya akan menghadapi pula dengan politik," katanya saat berbicara dalam acara "Forum PPP Mendengar" di Kantor DPP PPP Jakarta, Senin malam.

Penegasan Prabowo yang juga mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad itu disampaikannya menjawab pertanyaan salah seorang panelis, kriminolog UI Prof Dr Rony Nitibaskara

BACA JUGA: DPD Ragukan Pilpres Sukses

Ditegaskan Prabowo bahwa dirinya sangat menghormati hukum dan HAM dan hal itu telah dibuktikan dengan ketundukkannya pada keputusan Panglima TNI yang memecatnya dari jabatan militer pada awal reformasi dulu.

Namun demikian, Prabowo menambahkan, dirinya juga akan menolak setiap pesanan asing yang berupaya melakukan intervensi kepada bangsa ini lewat persoalan HAM masa lalu
"Saya hormati HAM dan hukum, tapi saya akan menolak mengikuti apapun yang dikatakan asing

BACA JUGA: Tahun Ini, Penyelenggaraan Haji Terburuk

Saya tidak mau membebek," ujarnya.
Sementara itu mengenai visinya apabila ia terpilih sebagai presiden pada 2009, Prabowo mengatakan bahwa dirinya merasa gusar dengan kondisi rakyat Indonesia yang terus dimiskinkan oleh sistem perekonomian yang sarat dengan praktek korupsi dan kolusi.

Dia mencontohkan untuk berbisnis perkebunan kelapa sawit, seorang pengusaha bisa mengeruk potensi kekayaan negara ini berikut uang-uang rakyat yang ada di perbankan dengan mudahnya
“Dengan modal izin prinsip dari Pemda dan pemerintah pusat, dia bisa mendapatkan hak guna usaha perkebunan untuk jangka waktu 90 tahun

BACA JUGA: Modal LPEI Ditetapkan Rp4 Triliun

Lalu untuk modalnya mereka menjaminkan HGU itu ke bank," katanya.

Jadi, Prabowo menambahkan, belum satu pohon ditanam mereka sudah mendapat kucuran uang sedemikian banyak"Betapa baiknya negara iniDi sinilah mulai terjadi pengkhianatan terhadap bangsa iniKarenanya jika terus begini, sampai kapan pun Indonesia akan terus miskin," katanya.

Terkait dengan kondisi itu, Prabowo menganjurkan adanya perubahan mazhab ekonomi Indonesia dari model kapitalisme predator yang telah membawa kemelaratan bagi bangsa ini kearah usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaanMenurut dia, negara-negara maju telah meninggalkan rezim kapitalisme pasar bebas dan mulai melakukan nasionalisasi terhadap korporasi yang telah menguasai hajat hidup orang banyakAtas dasar motivasi membenahi ketidakbecusan dalam pengelolaan negara ini lah Prabowo merasa perlu mencalonkan diri sebagai capres di 2009.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali mengatakan, ada satu keyakinan di partainya bahwa siapapun yang nanti jadi presiden pasti punya gagasan-gagasan brilian untuk bangsa ini"Karenanya PPP merasa perlu menggali bagaimana gagasan-gagasan itu sedini mungkin dan siapa tahu PPP bisa `jatuh cinta` turut mencalonkan kandidat tersebut," ujarnya.

Dia juga kembali menegaskan bahwa Forum PPP Mendengar bukanlah wahana uji kepatutan dan kelayakan capres atau ajang mencari duit dari capres.
Pada pekan lalu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X yang juga mencalonkan diri sebagai presiden telah berbicara dalam forum tersebut.

Setelah Prabowo, DPP PPP merencanakan mengundang Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.

Kehadiran Prabowo di kantor DPP PPP adalah untuk pertamakalinya setelah sejumlah tokoh PPP bersilaturahmi dengan Prabowo beberapa waktu laluMenurut Emron pertemuan dengan Prabowo mungkin lebih ramai karena akan dihadiri juga oleh seluruh calon anggota legislatif (caleg) DPR dari PPP"Waktunya kebetulan bersamaan dengan acara pemantapan caleg yang akan berlangsung sepanjang Senin besokJadi para caleg kami undang sekalian untuk hadir," kata Emron.
Ia memperkirakan Prabowo akan memaparkan konsep nasionalisasi ekonomi serta gerakan ekonomi kerakyatan yang sering disampaikan dalam iklannya di berbagai media massa.

Emron menegaskan "Forum PPP Mendengar" bukan konvensi calon presiden tetapi wahana bagi PPP untuk mendengar visi dan misi para kandidat presiden.
Melalui forum itu, katanya, kalangan PPP ingin mengetahui gambaran dari para calon presiden mengenai apa saja yang akan dilakukan bila terpilih memimpin negara di tengah situasi krisis global ini atau apa kiat mereka dalam menjaga keutuhan bangsa serta menyejahterakan rakyat.(eyd)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketua DPR Teken Usulan Angket Haji


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler