Prediksi seperti Ini Bisa Membuat Semangat Rakyat Indonesia Tetap Membara

Jumat, 01 Mei 2020 – 04:34 WIB
Titik pemeriksaan atau check point penerapan PSBB di wilayah DKI Jakarta. Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia masih memiliki peluang besar untuk bisa mengalami pertumbuhan ekonomi positif pascapandemi virus corona jenis baru COVID-19.

"Sebetulnya Indonesia relatif masih dipandang aman dalam hal pertumbuhan ekonomi, karena di antara negara-negara G20 masih ada tiga negara yang dinilai masih punya kans atau peluang besar untuk mengalami pertumbuhan ekonomi positif di mana salah satunya adalah Indonesia," ujar Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Tallatov dalam diskusi online yang digelar Himpunan Mahasiswa Pengusaha Indonesia (Himapindo) di Jakarta, Kamis (30/4).

BACA JUGA: Perkembangan Menyedihkan dari Ponpes Temboro Magetan

Abra mengatakan, prediksi inilah yang nantinya akan menjadi basis sebetulnya sejauh mana prospek sektor riil kita ke depannya.

"Jadi ada tantangan.Namun sekaligus juga memunculkan optimistis yang tinggi di era COVID-19 ini," katanya.

BACA JUGA: Anak-Anak Sudah Bosan, Mas Nadiem Harus Segera Bikin Terobosan

Sebagai informasi, IMF memprediksikan perekonomian Indonesia akan tumbuh hingga 8,2 persen dan global 5,8 persen pada tahun depan dengan syarat pandemi COVID-19 telah selesai pada pertengahan 2020.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia optimistis pertumbuhan ekonomi mulai kembali bangkit pada triwulan ketiga dan keempat jika sesuai perencanaan bahwa pandemi COVID-19 kemungkinan cepat berakhir pada Juni 2020.

BACA JUGA: Indra: Enak Dosen dan Guru PNS, Tidur-tiduran Tetap Digaji

Bahlil juga menambahkan bahwa untuk triwulan kedua pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mengalami penurunan akibat dampak negatif dari pandemi COVID-19.

Kendati demikian, Kepala BKPM tersebut tetap optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun ini masih berada di atas angka empat persen.

Menurut Bahlil, masa COVID-19 ini merupakan masa untuk melakukan konsolidasi ke dalam dengan mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan proses, sehingga ketika pandemi COVID-19 selesai perekonomian Indonesia bisa langsung lepas landas.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo menyatakan terdapat perkiraan bahwa masyarakat Indonesia sudah bisa kembali hidup normal pada Juli 2020. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler