Premium Mulai Ditinggalkan, Pertalite Jadi Primadona

Rabu, 15 November 2017 – 13:27 WIB
SPBU. Foto: dok.JPNN

jpnn.com, SURABAYA - Konsumsi premium di Jawa Timur sepanjang Januari-September 2017 menurun lebih dari 50 persen.

Area Manager Communication & Relations Pertamina MOR V Rifky Rakhman Yusuf memaparkan, jumlah konsumsi premium di Jatim sepanjang Januari–September 2017 berkisar 1,7 juta kiloliter (kl).

BACA JUGA: Pembentukan Holding Migas Belum Mendesak

Angka tersebut menyusut 58 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni sekitar tiga juta kl.

”Sampai September 2017, konsumsi masyarakat Jatim terhadap premium sekitar 1,1 juta kl,” ujar Rifkly, Selasa (14/11).

BACA JUGA: Massa Manik Dinilai Gagal Bawa Pertamina jadi Kelas Dunia

Sementara itu, konsumsi jenis BBM lainnya, terutama pertalite dan pertamax turbo, justru meningkat.

Rifky mengatakan, konsumsi pertalite (RON 90) hingga September 2017 mencapai 1,8 juta kl.

BACA JUGA: Dirut Pertamina Diminta Tidak Kedepankan Sikap Arogan

Angka tersebut naik 141 persen dibanding periode yang sama pada 2016 yang hanya mencapai 755 ribu kl.

Sedangkan konsumsi pertamax (RON 92) hingga September 2017 mencapai 1,1 juta kl.

Jumlah itu naik 31 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 727 ribu KL.

Di sisi lain, pertamax turbo (RON 98) mencapai 36 ribu kl hingga September 2017, atau naik 191 persen dibanding masa yang sama tahun lalu yang hanya 12 ribu kl.

Menurut Rifky, hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin teredukasi tentang kualitas bahan bakar.

”Kami berharap masyarakat yang sebenarnya mampu bisa beralih ke bahan bakar nonsubsidi,” tutur Rifkly.

Di samping itu, munculnya mobil baru yang mengharuskan penggunaan bahan bakar pertamax membawa andil dalam menurunkan tingkat konsumsi premium. Adapun dari jumlah 860 SPBU di Jatim saat ini, SPBU penyedia premium 537 unit.

”Pertamina tidak berencana melakukan pengurangan SPBU penyedia premium di Jatim,” ujar Rifky. (car/c21/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Keluhan Dirut Pertamina Dinilai Tidak Tepat


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler