Presiden Asian Development Bank (ADB), Haruhiko Kuroda, pada pembukaan Sidang Tahunan ke-42 Gubernur ADB, di Nusa Dua, Bali, mengatakan, sangat penting untuk mendukung upaya-upaya yang dilakukan negara-negara kawasan Asia Pasifik, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan“Memang pertumbuhan ekonominya akan turun menjadi 3,4 persen tahun ini, dari angka pertumbuhan tertinggi yang dicapai pada tahun 2007, sebesar 9,5 persen,” jelasnya.
"Diperkirakan krisis akan membuat 60 juta orang di negara berkembang Asia, termasuk 14 juta di China dan 24 juta di India, terjebak dalam kemiskinan absolut tahun ini
BACA JUGA: 2011, Negara di Pasifik Pulih Dari Krisis
Jumlah itu akan bertambah mendekati 100 juta pada 2010," ungkapnya.Menurut dia, pertumbuhan ekonomi memiliki imbas yang signifikan dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium (MDG)
BACA JUGA: Indonesia Bisa Pinjam Lagi hingga USD 11,9 M
Ini juga akan mengakibatkan penundaan pencapaian target yang berkaitan dengan angka kematian bayi dan kelaparan.Dewan Gubernur ADB menyetujui peningkatan modal dasar ADB menjadi tiga kali lipat atau 200 persen dari USD55 miliar menjadi USD165 miliar
ADB juga membentuk dana sebesar USD3 miliar untuk membantu negara-negara berkembang anggota ADB untuk meningkatkan belanja fiskal secara cepat, dalam rangka menghadapi krisis.
Keputusan pembentukan dana Countercyclical Support Facility (CSF) itu kini menunggu persetujuan dari Dewan Direktur ADB
BACA JUGA: Indonesia Dapat Sumber Hutang Baru
CSF akan menyediakan pinjaman jangka pendek dengan lebih cepat dan lebih murah dibandingkan dengan fasilitas pinjaman program khusus (Special Program Loan/SPL) yang ada saat ini"Dana ini akan tersedia bagi negara-negara anggota ADB yang bisa mendapatkan pinjaman dana komersial (Ordinary Capital Resources/OCR)," paparnya.Meski demikian, untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang, Asia harus menyeimbangkan embali pertumbuhan dengan lebih menekankan pada permintaan dan konsumsi dalam negeri“Dengan demikian, Asia bisa melewati, bahkan memimpin pembangunan baru dan menguntungkan dunia,” tambahnya.(lev/JPNN)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Jelang Pembukaan, Keamanan Pertemuan ADB Diperketat
Redaktur : Tim Redaksi