Presiden Iran: Mari Jadikan Masker Bagian Peringatan Muharam

Minggu, 26 Juli 2020 – 23:52 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani. Foto: AFP

jpnn.com, TEHRAN - Presiden Iran Hassan Rouhani, Sabtu (25/7), mendesak warganya agar memperhatikan protokol kesehatan dan menjaga jarak sosial menjelang perayaan keagamaan, saat pejabat kesehatan mengumumkan telah terjadi lonjakan kasus di kota suci utama.

Umat Islam di seluruh dunia akan menjalani Iduladha, yang dimulai akhir Juli. Tahun ini, Arab Saudi membatasi jumlah jamaah haji domestik guna mencegah penyebaran virus corona.

BACA JUGA: Dituding Mendukung Terorisme, Iran: Kami Memotong Tangan Jahat ISIS Binaan Arab Saudi

Mayoritas warga Iran merupakan Muslim Syiah, yang juga merayakan upacara Ashura pada September.

"Mari jalankan perayaan mulia di masjid dan pusat-pusat keagamaan dengan mengikuti protokol kesehatan dan menjaga jarak fisik," kata Rouhani melalui pidato.

BACA JUGA: Pengin Akhiri Monopoli Israel, Iran Bikin Alat Pengobatan Tumor Otak Sendiri

"Mari jadikan (penggunaan) masker tahun ini sebagai bagian dari peringatan Muharram," kata Rouhani, merujuk pada Ashura, hari kesepuluh bulan Muharam, yang menurut tradisi Islam Imam Hussein terbunuh dalam bulan itu dalam pertempuran pada 680.

Salah satu ritual Idul Adha adalah penyembelihan domba dan membagikannya kepada fakir miskin. Pejabat kesehatan Iran meminta agar daging kurban dikemas sebelum dibagikan kepada masyarakat.

BACA JUGA: Ukraina Yakin Iran Berbohong soal Insiden Rudal Nyasar Hantam Pesawat

Wakil Menteri Kesehatan Iraj Harirchi mendesak masyarakat untuk tidak mengunjungi kota suci Mashad, yang katanya mengalami lonjakan 300 persen kasus COVID-19 selama sebulan.

Hingga Sabtu, total kasus COVID-19 di Iran mencapai 288.839 dengan 15.485 kematian, kata juru bicara Kementerian Kesehatan Sida Sadat Lari.

Iran secara bertahap melonggarkan pembatasan COVID-19 sejak pertengahan April, namun pembatasan tersebut kembali diterapkan di sebagian besar daerah setelah terjadi lonjakan kasus.

Pada Sabtu, pejabat di Ibu Kota Teheran memperpanjang penguncian hingga sepekan ke depan. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler