Presiden Jokowi Ingatkan Seluruh Menteri, Tegas!

Senin, 22 November 2021 – 19:31 WIB
Ilustrasi - Presiden Jokowi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan pernyataan tegas.

Dia mengingatkan seluruh menteri Kabinet Indonesia Maju tidak terjebak ego sektoral, terutama menjelang akhir tahun 2021.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Terang-terangan Marah Pada 2 BUMN, Ternyata Ini Sebabnya

"Pertama, saya minta seluruh kementerian dan lembaga agar frekuensinya sama dalam menghadapi Desember 2021."

"Sekali lagi, memiliki frekuensi yang sama, jangan terjebak pada ego sektoral, utamakan kerja sama, dan utamakan koordinasi sehingga kelihatan memiliki frekuensi sama," ujar Presiden Jokowi di Kantor Presiden Jakarta.

BACA JUGA: JP dan VWS Rekam Aktivitas Begituan Lalu Dipertontonkan, Kok Dikembalikan ke Keluarga?

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut saat memberikan Pengarahan Dalam Rapat Terbatas Mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Sebentar lagi masuk libur Natal dan Tahun Baru 2022, saat ini kasus COVID-19 di Eropa semuanya naik," katanya.

BACA JUGA: WNA Arab Saudi yang Siram Istri Siri dengan Air Keras Terancam Hukuman Berat

Presiden kemudian membandingkannya dengan kasus COVID-19 di Indonesia sepekan terakhir yang cenderung menurun.

Yakni, 892 kasus dari 9.018 kasus pada 14 November menjadi 8.126 kasus pada 21 November 2021 dan untuk penambahan kasus baru, rata-rata 362 kasus setiap harinya.

Meski demikian, dia tetap mengingatkan untuk tetap mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

"Kedua, perlu saya ingatkan bahwa kegiatan 'kick off' untuk 'Sherpa meeting' di KTT G20 nanti akan dilakukan di Jakarta dan 'kick off' untuk 'finance track' di Bali di awal Desember 2022, sehingga dunia akan melihat Indonesia."

"Oleh sebab itu kemampuan dalam mengendalikan pandemi betul-betul diuji dan utamanya dalam menjalankan protokol kesehatan," ucapnya.

Presiden Jokowi meminta agar Satgas COVID-19 mendampingi secara melekat kedatangan para delegasi G20 di bandara, hotel dan lingkungan hotel atau resor sampai ke lokasi pertemuan.

"Rencana penerapan PPKM level 3 di seluruh Indonesia pada saat Natal dan Tahun Baru 2022 agar dikomunikasikan dengan baik kepada masyarakat dan sampaikan mengenai perkembangan kasus-kasus kenaikan di Eropa, ini penting sekali sebagai 'background' dari keputusan yang akan diambil," katanya.

Presiden menilai komunikasi penting, sebab ada beberapa pihak yang menolak pemberlakuan PPKM level 3 pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022 karena menginginkan situasi menjadi normal kembali.

"Harus ingat, apa pun, utamanya pariwisata di Bali memang terdampak paling dalam, tetapi perlu dijelaskan apabila situasi tidak terkendali justru akan memukul balik ekonomi dan pariwisata."

"Apalagi, sekali lagi Indonesia akan menjadi tuan rumah 150 'meeting' yang ada di G20. Oleh sebab itu, saya minta intervensi di lapangan benar-benar terus dilakukan satgas terhadap 'event-event' yang ada," tuturnya.

Presiden Jokowi meminta para menteri menyampaikan kepada para gubernur, bupati dan wali kota guna menyeimbangkan gas dan rem sehingga dapat mempertahankan momentum perekonomian untuk tumbuh positif.

"Pada kuartal II tumbuh 7,07 persen, di kuartal III tumbuh 3,51 persen, dan diharapkan di kuartal IV ini lebih baik dari kuartal yang ketiga," katanya.

Secara khusus, Presiden Jokowi meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan langkah antisipasi guna memastikan kesiapan rumah sakit bila terjadi lonjakan pasien selama akhir Desember 2021 dan awal Januari 2022.

"Terakhir, vaksinasi agar target yang diberikan 70 persen pada akhir tahun betul-betul tercapai."

"Saya minta proaktif jemput bola dengan mendatangi masyarakat dan saya minta 'back up' dari TNI/Polri, terutama untuk yang lansia betul-betul dilakukan," katanya.

Presiden Jokowi mencontohkan metode vaksinasi dari pintu ke pintu (door to door) yang dilakukan BIN berjalan dengan baik.

"Karena yang divaksin lansia dan diharapkan terutama untuk pemerintah daerah yang masih rendah vaksinasinya agar diberikan bantuan secara khusus," pungkas Presiden Jokowi.(Antara/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler