Pria Tua Mengamuk di Kantor Pertamina, Tiga Orang Kena Tikam

Selasa, 14 April 2015 – 11:56 WIB

jpnn.com - TANJUNG SELOR – Kantor Pertamina di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, berubah mencekam. Itu setelah dua staf dan seorang sekuriti ditikam, Senin (13/4). Kondisi ini membuat Polres Bulungan menerjunkan 31 personelnya ke pulau penghasil migas dan batu bara tersebut.

Peristiwa berdarah itu terjadi kemarin pagi sekitar pukul 07.30 Wita. Pelaku penikaman bernama Ungka (50) melukai 3 orang yang berada di kantor Pertamina tersebut. Informasi yang disampaikan Camat Bunyu Ahmad Syafri, pelaku awalnya ingin bertemu dengan Humas Pertamina.

BACA JUGA: ABG 16 Tahun jadi Pengedar Ganja Ditangkap

“Si pelaku awalnya datang baik-baik alasanya mau bertemu dengan perwakilan Pertamina akan tetapi jawaban dari humas yang berada di ruangan. Setelah itu pelaku keluar ruangan, tapi pada saat sampai di dekat pintu keluar pelaku kembali lagi dan menikan korban,” ungkap Ahmad Syafri dilansir Radar Tarakan (Grup JPNN.com), Selasa (14/4).

Humas PT Pertamina Bunyu Hasanul Ashari dikonfirmasi melalui telepon selulernya menjelaskan, saat kejadian dirinya tidak berada di dalam ruangan.

BACA JUGA: Suami Istri Menjambret, Dor!

“Saya sekarang berada di Tarakan, 3 orang menjadi korban 2 orang staf dan 1 lagi sekuriti,” jelasnya.

Dia menyampaikan, kejadian tersebut bermula dari sengketa lahan. Pelaku, menurut Hasanul, awalnya membangun rumah di atas lahan hutan lindung milik perusahaan Pertamina yang berada di Bunyu.

BACA JUGA: Ini Modus Hacker Bobol Uang Lewat e-Banking

“Kami sudah melakukan pertemuan dan beliau (pelaku) meminta untuk ganti rugi, sudah kami penuhi dengan membangun rumahnya (di Jalan Manunggal), tapi kedatangannya tadi (kemarin) mau meminta ganti rugi sebesar Rp 100 juta dengan alasan mesinnya yang hilang di lokasi rumah yang dibongkar," bebernya.

Pria berkacamata ini juga sempat menjelaskan kronologi saat dilakukan pembongkaran, bahkan menurut dia pihak perusahaan telah menawari pelaku untuk mengangkut semua barang-barangnya untuk dipindahkan ke rumahnya yang telah dibangun oleh pihak perusahaan, akan tetapi pelaku saat itu kurang merespon tawaran tersebut.

Kejadian sekitar bulan Desember tahun 2014, selain telah melakukan ganti rugi dengan membangun rumah diatas lahan milik pelaku yang berada di Jalan Manunggal juga sudah merespon keinginan pelaku sehingga kedatangannya ke kantor PT Pertamina kemarin melukai 3 orang dengan menggunakan senjata tajam jenis badik.

Ketiga korban yaitu Tulus (29), Imam Maulana (27) karyawan Formalis, Muhammad Samin (35) sekuriti. Dari ketiga korban Tulus yang mengalami luka parah dengan luka tusukan di perut. Sedangkan Imam mengalami luka di kaki, dan Samin luka di lengan dan telah dilakukan perawatan di Pertamedika Hospital Tarakan.

Mencegah kejadian tidak berlanjut, Polres Bulungan telah mengerahkan sebanyak 31 personelnya ke Pulau Bunyu.

“Pertama, mengamankan aset agar tidak terganggu, juga pengamanan terhadap pekerja dan keluarga, serta beberapa alat vital agar tidak terganggu, karena produktivitas jangan sampai terganggu,” ujarnya.

Bupati Bulungan Budiman Arifin berharap persoalan ini tidak dibawa ke isu sara.  

“Semoga permasalahan ini dapat segera teselesaikan dan masyarakat dapat menanggapinya dengan baik tidak sampai berlarut-larut," harap Budiman.

Kapolres Bulungan AKBP Eka Wahyudianta, mengatakan kasus tersebut masih dalam proses pendalaman. Untuk area terjadinya juga sudah dikondisikan oleh anggota kepolisian setempat.

“Permasalahan ini akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku dan untuk penyebabnya secara pasti masih dalam proses pendalaman," tegasnya. (*/keg/*/don/ris/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ringkus Komplotan Baterai Tower


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler