Prioritas, Internet di Papua Barat dan Malut

Selasa, 05 Januari 2010 – 19:26 WIB

JAKARTA --Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh mengatakan, hingga saat ini masih ada beberapa daerah di Indonesia yang belum tersentuh dengan jaringan internet karena faktor kondisi keterbatasan infrastruktur di daerah tersebut“Memang ada beberapa wilayah atau daerah yang masih belum terjangkau karena keterbatasan infrastruktur di wilayah itu

BACA JUGA: Depdiknas Gencarkan Program Beasiswa

Terhadap daerah seperti ini kami akan melakukan pekerjaan-pekerjaan secara khusus,” ungkap Mendiknas di kantornya, Jakarta, Selasa (5/1).

Pekerjaan secara khusus yang dimaksud tersebut, terang Mendiknas, antara lain mensinergikan dengan program dari departemen lain
Misalnya, karena ketiadaan listrik dan jaringan di satu wilayah, Depdiknas akan mengajak PLN dan pihak operator telekomunikasi, untuk menyediakan fasilitas tersebut

BACA JUGA: Anggaran Depdiknas 2009 Terserap 93 Persen

“Kami memang tidak bisa berbuat banyak jika infrastruktur dasar untuk penyambungan atau penyediaan internet di wilayah itu tidak ada,” imbuhnya.

Disebutkan, untuk program penyediaan internet yang semula ditargetkan hanya 17.500  titik, ternyata kini yang terpasang mencapai 18.358 titik
Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekom), Lilik Gani juga menambahkan, infrastruktur di Papua Barat dan Maluku Utara hingga saat ini masih minim dan belum terjangkau program penyediaan internet.

“Kami akan melakukan percepatan-percepatan untuk dua wilayah ini, sehingga akan tercapai program penyediaan internet secara merata,” terangnya

BACA JUGA: Ribuan Guru Sweeping Rumah Ketua DPRD

Dia mengatakan, jaringan tersebut diprediksikan akan tersambung pada kuartal pertama tahun 2010.

Sementara itu, berkaitan dengan program Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas), Lilik mengatakan akan menitikberatkan pada tiga program utamaDi antaranya, pengembangan konten, pengembangan sumber daya manusia, dan monitoring“Kalau tahun-tahun sebelumnya lebih pada penyiapan infrastruktur, maka kini kami akan memperkuat sisi kontennya, selain memastikan kehandalan koneksi Jardiknas,” katanya.

Mengenai  delapan Program 100 Hari Depdiknas, Nuh menyebutkan bahwa sampai saat ini hanya tiga program yang telah selesai 100 persenYakni, penyediaan internet secara massal di 17.500 sekolah, penyusunan program beasiswa Bidik Misi, dan penyusunan Renstra 2010-2014“Jika diprosentasikan capaian itu sampai akhir Desember 2009 lalu sebesar 70 persenMudah-mudahan hingga batas akhirnya nanti bisa tercapai 100 persen,” kata NuhDia menyebutkan, lima program lainnya capaiannya rata-rata sudah berjalan di atas 50  persen.

Kelima program tersebut,antara lain penguatan kemampuan kepala dan pengawas sekolah, penyusunan kebijakan khusus bagi para guru yang bertugas di daerah terdepan dan terpencil, pengembangan budaya dan karakter bangsa, pengembangan metodologi belajar mengajar, serta yang terakhir membuat roadmap sinergitas lembaga pendidikan (Depdiknas-Depag) dengan para pengguna lulusan untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan(cha/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penolakan UN Dibawa ke Rapimnas PGRI


Redaktur : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler