Program Santun Rangkul PPL Tingkat Provinsi Jatim

Sabtu, 28 April 2018 – 23:21 WIB
Suasana program kampanye "Santun" (Solusi Cara Banyak Untung) bawang merah bersama Dinas Pertanian Kabupaten dan Provinsi Jawa timur di Hotel Atria, Kota Malang, Rabu (25/4). Foto: istimewa

jpnn.com, MALANG - CropLife Indonesia kembali menggelar program kampanye Santun (Solusi Cara Banyak Untung) bawang merah untuk se-Provinsi Jawa Timur. Kegiatan edukasi mengenai pertanian ini benar-benar berbeda dari biasanya.

Jika biasanya kegiatan ini fokus pada peserta PPL, POPT dan Petani Kunci di tingkat daerah, namun kali ini menyasar pada Dinas Pertanian Provinsi dan 30 Dinas Pertanian Kabupaten se-provinsi Jawa Timur.

BACA JUGA: Industri Pasta dan Ekspor Solusi Bawang Merah di Brebes

Kegiatan yang dihadiri 50 orang perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten dan Provinsi di Hotel Atria, Kota Malang, Rabu (25/4) ini, menitikfokuskan tema Pelatihan Praktik Pertanian dan Penggunaan Pestisida yang Baik, Aman & Ramah Lingkungan.

Executive Director CropLife Indonesia Agung Kurniawan mengatakan, selama ini, aplikasi pestisida yang tidak rasional merupakan salah satu kelemahan dalam produksi bawang merah di Indonesia.

BACA JUGA: Penting! Petani dan Pedagang Pestisida Perlu Baca Ini

"Selain mengakibatkan biaya produksi yang tinggi, keuntungan minim dan efek buruk bagi ekosistem, penggunaan pestisida yang tidak tepat guna akan mengakibatkan gangguan kesehatan petani," ujar Agung.

Program edukasi Santun yang digawangi CropLife Indonesia dan Prisma (Promoting Rural Income through Support for Markets in Agriculture) telah banyak bekerjasama dengan Dinas Pertanian di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.

BACA JUGA: Jateng Siap Pasok Bawang Merah dan Cabai ke Jakarta

Selama kurun waktu 2017, Santun telah menyentuh sekitar 279 petugas penyuluh pertanian dan 2000 petani (langsung) serta 51.000 petani (tidak langsung) yang akan mendapatkan akses dari pelatihan dan kegiatan yang di laksanakan terutama petani komoditas Bawang merah.

Kegiatan ini juga melibatkan KARSA, sebuah platform aplikasi pertanian berbasis android untuk ikut mempublikasikan dan menyebarkan informasi ke seluruh Indonesia.

Santun telah sukses diselenggarakan di beberapa kota di antaranya; Probolinggo, Nganjuk, Kediri, Bojonegoro, Bima, dan Lombok Timur dalam bentuk edukasi kepada PPL (Petugas Penyuluh Lapang) dan POPT (Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman) dalam sesi TOT (Training of Trainers), edikasi dan temu petani yang dikemas dalam bentuk expo.

“Kampanye pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHPT) merupakan salah satu mekanisme dan pengendlian yang paling efektif. Yang mana suatu cara pendekatan atau cara berfikir tentang pengendalian OPT yang didasarkan pada pertimbangan ekologi dan efisiensi ekonomi dalam rangka pengelolaan agroekosistem yang berwawasan lingkungan yang terlanjutkan," jelas Agung.

Agung menambahkan, PHPT juga merupakan sistem pengendalian OPT yang merupakan bagian dari sistem pertanian berkelanjutan. Hal ini yang mendasari kegiatan yang dilaksanakan oleh CropLife Indonesia bersama dengan PRISMA dalam membantu meningkatkan pengetahuan petani bawang di Indonesia.

"Kami sebagai asosiasi dari delapan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang pestisida dan benih di Indonesia bertanggung jawab untuk memberikan edukasi.

"Termasuk tentang penggunaan pestisida yang tepat guna sehingga dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas tanaman (stewardship). Kampanye ini sekaligus juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para petani dan toko tani akan bahayanya produk pestisida palsu,” kata Agung.

Dijelaskannya, pentingnya pemahaman mengenai praktik pertanian yang baik dan praktik penggunaan pestisida yang baik dan aman menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

Hal ini juga guna mewujudkan nawacita pemerintah dalam upaya mencapai swasembada dan ketahanan pangan nasional.

Nurhadi, petugas POPT Malang yang merupakan peserta kegiatan ini mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat karena materi yang disampaikan menambah pengetahuan khususnya untuk menanggulangi masalah serangan hama.

"Pengetahuan petani mengenai gangguan hama dan penyakit tidak sebanding dengan permasalahan yang ada di lapang. Dengan adanya kegiatan seperti ini, menjadi media informasi tambahan bagi kami untuk diteruskan kepada petani,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan Santun selanjutnya akan berlangsung di wilayah Kabupaten Malang dan Banyuwangi yang menyasar langsung kepada petani berupa edukasi lapangan yang dikemas dalam bentuk expo.

Harapannya, jumlah petani yang mendapat edukasi semakin banyak sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanamannya.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menteri Amran: Tidak Ada Alasan Harga Bawang Naik


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler