Proses MBA, Usia 33 Tahun Sudah Punya 5 Anak

Selasa, 08 November 2016 – 02:03 WIB
Proses MBA, Usia 33 Tahun Sudah Punya 5 Anak. Ilustrasi Fajar/Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com - Wanita asal Lakarsantri, Sephia masuk golongan wanita subur.

Di usianya yang masih 33 tahun dia sudah memiliki lima anak dengan jarak usia anak sangat dekat.

BACA JUGA: NGERI! Kapasitas Penjara 3.000 Napi, Diisi 8.500

Usut punya usut semua anaknya ditabung duluan sebelum pernikahan digelar. 

Umi Hany Akasah - Radar Surabaya 

BACA JUGA: Eks Suami Ussy Sulistiawaty: Mari Bergandengan Tangan

NAMA Sephia sebagai wanita yang hobi menabung anak duluan sebelum menikah terkenal seantero Lakarsantri.

Wajah ayu dengan gaya genit membuat lulusan vokasi itu mampu memikat pria-pria seumuran maupun yang lebih tua-tua keladi. Endingnya, dia pun hamil dulu.

BACA JUGA: Para PNS, Bacalah! Ada Peringatan Tegas Banget

Terhitung, sudah lima anak yang dihasilkan dari proses married by accident (MBA).

Akan tetapi, di balik sikap playgirl dan kehidupan bebasnya bersama pria-pria hidung belang, Sephia ini termasuk wanita yang tanggung jawab dari hasil tabungan kekasihnya.

Ia tidak pernah mau menggugurkan anaknya meskipun beberapa pria tidak mau menikahinya.

”Itu memang kesalahan saya dan pacar-pacar saya. Tidak ada anak haram. Semuanya titipan dari Tuhan. Saya malah bangga karena Tuhan mempercayakan mereka (anak-anak, red) ke saya,” kata Sephia di sela-sela sidang gugatan cerainya dengan suami keempatnya di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya, Senin (7/11).

Menggendong putri kecilnya yang masih berusia satu tahun, Sephia memang tampak keibuan.

Untuk keempat kalinya, dia akan menjadi janda baru karena merasa suaminya tidak tanggung jawab.

Suaminya tidak mau menghidupinya dan terkesan hanya numpang hidup di rumahnya. 

Sephia menyatakan, sejak kecil dirinya memang cenderung bersikap genit.

Ia merasa memiliki ketertarikan lebih besar dengan seorang pria.

”Aku pernah lho nyobanyoba jual diri. Tapi, aku tidak bisa tuh menikmati sama orang yang enggak suka, ya sudahlah akhirnya saya memilih pacaran saja. Kalau hamil ya mau digimanain lagi ya diemong dong,” kata Sephia.

Sebagai anak tunggal dari orang tua yang berada, jika orang tua marah biasanya hanya sementara.

Akhirnya, juga mereka akan memaafkan dan membantu ngemong anak-anaknya.

”Saya dikawin empat kali, yang pacar kedua saya tidak mau kawin. Biarlah. Saya cari lagi,” ungkapnya enteng.

Saat ini, Sephia bekerja sebagai salah satu staf di perusahaan importer Perak.

Selain mengandalkan gaji, untuk menghidupi anakanaknya, Sephia memiliki tujuh kos-kosan di Lidah Wetan dan Wiyung.

Dua hektar tambaknya masih menghasilkan udang dan bandeng besar di kawasan Cerme, Gresik.

”Aku punya kolam pancing lho di Gresik. Main ke sana ya,” ajak Sephia tersenyum.

(no/JPG)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mantap! Jumlah Pengagguran Turun, Ini Datanya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler