Proses Nego tak Gampang, Menurut JK Ini Penyebabnya

Selasa, 12 April 2016 – 07:52 WIB
Wapres Jusuf Kalla. Foto: dok.Jawa Pos

jpnn.com - JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan, proses negosiasi dengan pihak Abu Sayyaf untuk membebaskan 10 WNI yang disandera masih berlanjut.

Menurutnya, proses negosiasi memang membutuhkan waktu karena harus mendekati banyak faksi dalam kelompok milisi Abu Sayyaf. 

BACA JUGA: Ingin Kerahkan Prajurit TNI tapi...

"Ada 16 faksi di Abu Sayyaf," ujarnya usai melayat Almarhum Jacob Nuwa Wea di Kantor Kemenaker kemarin (11/4).

JK menyebut, saat ini negosiasi merupakan satu-satunya upaya yang bisa dilakukan pemerintah Indonesia. 

BACA JUGA: MPR Ajak Pejabat Bisa Jadi Contoh Internalisasi Pancasila

Sebab, opsi operasi militer memang tidak dimungkinkan, meski TNI sudah bersiaga. "Negosiasi memang butuh waktu lebih," katanya.

Yang jelas, kata JK, hingga kemarin kondisi 10 WNI yang disandera Abu Sayyaf masih dalam kondisi aman. Itu juga membuktikan bahwa tenggat pembayaran tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp 15 miliar yang disebut berakhir pada 8 April, tidak terbukti. 

BACA JUGA: 10 WNI tak Ada di Pulau Basilan, Terus di Mana Bu?

"Kita juga terus koordinasi dengan pemerintah Filipina," ucapnya.

Terkait kekhawatiran banyak pihak pada keselamatan sandera usai insiden baku tembak yang menewaskan 18 tentara Filipina dan 5 militan Abu Sayyaf di Pulau Basilan Sabtu lalu (9/4). 

JK menyatakan, hal itu tidak terkait dengan operasi pembebasan WNI yang  disandera. "Lokasinya beda dengan tempat WNI kita yang disandera,’’ jelasnya. (bil/owi/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... BCA Sabet 8 Penghargaan Infobank Digital Brand Awards 2016


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler