PSI Kuliti Program Anies, 5 Tahun Dibilang Tak Ada Progres, Hanya Kosmetik

Kamis, 24 Maret 2022 – 23:32 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ilustrasi/Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta William P Sarana mengatakan selama lima tahun kepempinan Gubernur Anies Baswedan, hampir tidak ada kemajuan di DKI Jakarta.

Menurut dia, Anies Baswedan hanya mengerjakan program yang sifatnya nemperindah. Sementara program yang seharusnya menjadi tugas utama pemprov justru diabaikan.

BACA JUGA: Ragukan Kualitas Sirkuit Formula E, PDIP Sebut Hanya Selamatkan Muka Anies

Hal ini diungkapkan William dalam diskusi virtual 'Lingkar Diskusi Indonesia' pada Kamis (24/3).

“Kalau saya lihat selama kurang lebih lima tahun ini adalah kosmetik. Banyak hal-hal yang sifatnya kosmetik terlihat indah, terlihat ada pencapaian. Tetapi sesungguhnya menutupi progres yang tidak signifikan,” ucap William.

BACA JUGA: DPRD Mendesak Pemprov DKI Gelar Operasi, Anak Buah Anies Baswedan Menjawab Begini

Politikus berusia 25 tahun ini memerinci, hal pertama yang dirasa mundur adalah soal transparansi anggaran.

Sejak Anies menjabat, dia menganggap DPRD hingga masyarakat kesulitan memantau anggaran mulai dari proses penghitungan hingga hasil akhir. Padahal, di zaman Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, semuanya bisa diakses dengan mudah.

BACA JUGA: Usut Kasus Formula E, KPK Minta Anies Baswedan Cs Kooperatif

“Kita hanya bisa melihat anggaran-anggaran yang sifatnya general atau kita sebut sebagai pagu anggaran,” keluhnya.

Selanjutnya terkait dengan penuntasan banjir di ibu kota. Solusi utama seharusnya dengan melakukan normalisasi sungai yang disepakati bersama Kementerian PUPR. Namun Anies urung melaksanakan program tersebut.

Ketiga mengenai rumah DP nol rupiah. Saat kampanye, program ini sangat digembar-gemborkan. dengan target 250 ribu unit.

Berbeda dengan janji, hingga saat yang sudah terisi hanya 1.500 unit.

“Jadi, tidak sampai capai angka 1 persen,” ujarnya.

Selanjutnya mengenai LRT Jakarta fase dua yang kunjung berjalan. Padahal program tersebut adalah untuk mengurangi kemacetan.

Terakhir adalah soal Ok Oce yang lima tahun lalu menjadi program unggulan. Program yang dijanjikan membantu pedagang UMKM ini dulu sama menggiurkannya dengan rumah DP nol rupiah.

OK Oce menargetkan akan menciptakan 200 ribu wirausaha baru yang dibantu melalui program ini. Anies pun sempat mengeklaim bahwa sudah ada 285 ribu pendaftar.

“Artinya secara kertas sudah melampaui target. Data yang kami miliki yang mendapatkan akses permodalan hanya 6.000 pendaftar,” tambah William.

Dia pun menyimpulkan bahwa program penting dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) justru tak dilaksanakan.(mcr4/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ancol Masih Ogah Bocorkan Persiapan Soal Formula E


Redaktur : Friederich
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler